JAKARTA – Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, mengingatkan Ketua BEM UGM 2025, Tiyo Ardianto, agar selalu menyampaikan kritik dan pendapat politik berdasarkan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan. Menurutnya, ruang politik menuntut setiap pernyataan memiliki dasar data yang jelas agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
Pesan itu disampaikan Mahfud saat menanggapi polemik dugaan penguntitan terhadap Tiyo Ardianto yang belakangan menjadi sorotan publik. Di tengah dukungannya terhadap kebebasan berpendapat, Mahfud menilai kehati-hatian tetap menjadi hal penting bagi aktivis mahasiswa dalam menyampaikan kritik.
“Ya supaya berhati-hati, ndak usah takut. Saya melihat sekarang ini anak hanya emosinya tinggi, tapi sebenarnya isi apa yang dikatakannya itu terukur bisa dipertanggungjawabkan kalau terjadi masalah hukum, cuma dia terlalu emosional, biasa anak muda kan dia belum lulus juga, jadi emosinya sama dengan kita dulu sebelum lulus juga begitu,” kata Mahfud MD dalam podcast Terus Terang, dikutip Rabu (17/6/2026).
Mahfud menilai keberanian mahasiswa dalam mengkritik pemerintah merupakan bagian dari demokrasi. Namun, menurutnya, setiap tuduhan maupun kritik yang disampaikan harus memiliki landasan yang kuat sehingga tidak mudah dipatahkan apabila dipersoalkan secara hukum maupun di ruang publik.
“Nah Tiyo supaya hati-hati, pertama apa yang disampaikan harus terukur mengatakan A itu harus bisa bertanggung jawabkan, ini faktanya, ini analisis psikologisnya, ini apanya gitu supaya jelas,” ujarnya.
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu kemudian mencontohkan bagaimana seorang tokoh politik harus berani mempertanggungjawabkan setiap pernyataannya dengan data dan bukti yang memadai.
– Advertisement –
Ia menyinggung sikap Amien Rais yang menurutnya selalu siap membawa bukti ketika pernyataannya dipersoalkan secara hukum.
“Seperti Pak Amien Rais itu kan ketika mengatakan sesuatu lalu katanya akan dibawa ke pengadilan nantang dia, ayo bawa bukti nanti saya bawa buktinya ke pengadilan, nah yang kayak gitu-gitu akhirnya kan yang (kasus) Pak Amien Rais redam sekarang ya karena dia Amien Rais lalu dapat dukungan banyak,” tuturnya.
Mahfud menegaskan bahwa dalam dunia politik, kritik harus disampaikan secara terbuka tetapi tetap berdasarkan fakta. Karena itu, ia meminta Tiyo tidak bertindak serampangan dan memastikan setiap pernyataan yang dilontarkan dapat dipertanggungjawabkan.
“Tiyo saya harap seperti Pak Amien Rais itu caranya, ketika bicara dia harus punya fakta, gitu, yang bisa dipertahankan ketika diperiksa, ya, ketika dipersoalkan oleh publik. Ini soal politik, harus terbuka juga, jangan serampang,” tegas Mahfud.
Menurut Mahfud, sikap kritis mahasiswa tetap dibutuhkan sebagai bagian dari kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan. Namun, kritik yang berbasis data dan argumentasi yang kuat akan lebih efektif dalam memengaruhi kebijakan publik dibanding sekadar melontarkan tuduhan tanpa dasar yang jelas.
Dengan demikian, kata Mahfud, mahasiswa dapat tetap menjalankan perannya sebagai agen perubahan sekaligus menjaga kredibilitas gerakan yang mereka perjuangkan di ruang demokrasi.