
JABAR EKSPRES – Longsor terjadi di wilayah Kampung Kebun Manggis RT 01 dan RT 02, RW 04, Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, Kamis (30/4/2026) sekitar pukul 04.00 WIB.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, menyampaikan bahwa tinggi berkisar antara 25 meter dengan lebar sekitar 120 meter.
Dimas menyebut, pihak BPBD telah melakukan langkah tanggap darurat di lokasi kejadian, diantaranya asesmen cepat, penutupan celah tanah menggunakan terpal untuk mencegah longsor susulan maupun rembesan air saat hujan, serta pengamanan area rawan longsor.
Baca Juga:Cibogor Rawan Longsor, Kecamatan Bogor Tengah Perkuat Koordinasi Lintas InstansiHujan Deras Sebabkan Longsor di Tugu Selatan Bogor, 40 Jiwa Mengungsi
“Kalau dilihat bentangnya lebar sekitar 25 sampai 70 meter, tidak sampai 100 meter. Longsor ini terjadi karena curah hujan yang lebat ya yang terjadi di Kota Bogor beberapa hari ke belakang ini,” ujar Dimas saat ditemui langsung di lokasi, Kamis.
Dalam kejadian tersebut, Dimas menyampaikan sekitar enam bangunan terdampak meliputi empat rumah warga serta satu madrasah dan satu rumah mengalami ambruk pada bagian dapur. Adapun sekitar sembilan kepala keluarga (KK) dengan total 32 jiwa ikut terdampak.
Berdasarkan pantauan langsung Jabar Ekspres di lokasi, sejumlah rumah warga yang terdampak longsor tidak mengalami kerusakan parah. Hanya beberapa diantaranya mengalami kerusakan pada bagian halaman akibat amblas terbawa longsoran, serta dapur terbawa longsor. Longsoran juga menimpa WC umum yang berada di bawah lokasi tanah longsor.
Selain itu, akses jalan di depan rumah warga juga terputus akibat badan jalan yang amblas. Jalan tersebut sebelumnya merupakan akses yang biasa dipakai warga sekitar untuk dilalui kendaraan roda dua.
BPBD bersama perangkat wilayah pun, kata Dimas, langsung melakukan pendataan warga terdampak untuk segera ditempatkan di hunian sementara (huntara) dengan pola kontrakan.
Seluruh biaya kontrakan nantinya akan ditanggung Pemerintah Kota Bogor melalui anggaran penanganan darurat, dengan menyesuaikan harga sewa di pasaran.
“Keselamatan jiwa dan keberlangsungan hidup masyarakat adalah prioritas utama. Warga akan segera kami carikan huntara dengan sistem kontrakan di sekitar sini dan semua biaya di-cover pemerintah supaya kehidupan dan penghidupannya tetap bisa berjalan,” katanya.