
JABAR EKSPRES – Kondisi longsor di wilayah Cibeureum, Kecamatan Tanjungjaya, Kabupaten Tasikmalaya, semakin memprihatinkan.
Tebing yang berada di sisi jalan penghubung Kecamatan Sukaraja dan Kecamatan Tanjungjaya terus mengalami pengikisan, hingga kini bahu jalan tergerus sekitar empat meter dan mengancam keselamatan pengguna jalan.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Rabu (17/6/2026), titik longsor tersebut berada sekitar 100 meter dari lokasi longsor besar yang pada tahun lalu sempat memutus akses jalan utama antara Sukaraja dan Tanjungjaya.
Baca Juga:ESDM Bantah Samakan BBM Pertamax dengan Solar: Ini Fitnah!Konflik AS-Iran Mereda, Menkeu Optimis Beban APBN Berkurang
Saat ini, material tanah terus terkikis dan jatuh ke dasar tebing dengan ketinggian sekitar 10 meter.
Di bawah tebing terdapat saluran air yang terus mengalir dan diduga menjadi salah satu faktor yang mempercepat penggerusan tanah.
Akibatnya, bagian bahu jalan yang sebelumnya masih tersisa kini hampir habis, bahkan kerusakan sudah mendekati badan jalan beraspal.
Kondisi tersebut membuat jalan menjadi sangat berbahaya. Pada beberapa bagian terlihat aspal mulai amblas dan berada tepat di tepi jurang. Jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan longsoran akan semakin meluas dan menggerus badan jalan utama.
Hingga saat ini belum terlihat adanya penanganan permanen dari pihak terkait. Di lokasi hanya terpasang sejumlah water barrier sebagai penanda sekaligus pembatas area rawan longsor.
Pembatas tersebut hampir menutup setengah badan jalan sehingga kendaraan dari dua arah harus bergantian melintas menggunakan satu jalur.
Situasi semakin berisiko karena lokasi longsor berada di tikungan yang cukup tajam. Pengguna jalan yang melintas harus ekstra hati-hati dan memperlambat laju kendaraan akibat badan jalan yang dilalui kian menyempit.
Baca Juga:Ditinggal Pergi Kondangan saat Charger Baterai Bor, Rumah di Cibinong Bogor Ludes TerbakarPria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Semak Kebun Wilayah Cileungsi-Bogor, Ini Kata Polisi
Ironisnya, di lokasi tidak tampak petugas resmi yang melakukan pengaturan lalu lintas. Pengaturan kendaraan justru dilakukan secara swadaya oleh warga setempat yang setiap hari membantu membuka dan menutup arus kendaraan agar tetap berjalan lancar.
Salah seorang warga yang turut membantu mengatur lalu lintas mengaku hingga kini belum mengetahui kapan pemerintah daerah akan melakukan perbaikan.
“Belum ada informasi kapan jalan ini akan diperbaiki. Kondisinya makin hari makin tergerus. Sekarang sudah sampai ke pinggir aspal,” ujarnya.