Lakukan Pembangkangan Kebijakan Efisiensi Presiden Prabowo, Fernando Minta Teddy Minta Maaf ke Rakyat

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pengamat politik, Fernando Emas menganggap Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya telah memberikan stigma negatif bagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Terlebih dengan momen perayaan hari ulang tahun Teddy yang ke 37 tahun dan menjadi viral di kalangan masyarakat. Fernando menganggap, momen tersebut justru telah mencederai hati masyarakat di saat gencarnya kebijakan Presiden Prabowo Subianto untuk efisiensi anggaran negara.

– Advertisement –

“Sangat disayangkan, perayaan ulang tahun Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya sepertinya tidak taat pada keputusan tersebut (efisiensi anggaran),” kata Fernando kepada wartawan seperti dikutip Holopis.com, Selasa (21/4).

Ulah jebolan pasukan elit Kopassus itu menurut Fernando, telah menunjukan jelas upaya pembangkangan terhadap apa yang sudah menjadi kebijakan Presiden Prabowo Subianto.

– Advertisement –

“Di saat pemerintah sedang melakukan efisiensi secara ketat, perayaan ultah di Hotel, pesawat hingga kantor Sekretariat Negara merupakan pembangkangan terhadap kebijakan Presiden Prabowo untuk melakukan efisiensi,” tegasnya.

Perilaku Teddy itu pun dijelaskan Fernando, sangat kontradikitif dengan perayaan ulang tahun Titiek Soeharto. Dimana orang yang sangat dekat dengan Presiden Prabowo itu justru bisa merayakan ulang tahunnya ke 67 dengan cara yang terbilang sangat sederhana.

“Seharusnya Teddy mencontoh bu Titiek Soeharto yang merayakan ultahnya secara sederhana di DPR,” tegasnya.

Oleh sebab itu, Fernando pun menyarankan agar Teddy Indra Wijaya meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat Indonesia, yang ia yakini ada yang sakit hati dan tidak nyaman dengan perayaan ulang tahun tersebut.

“Saya berharap Teddy meminta maaf kepada masyarakat Indonesia yang merasa tersakiti, karena secara sengaja mengekspos perayaan ultahnya. Seolah-olah orang-orang kepercayaan Prabowo ingin menjatuhkan kepercayaan publik terhadap Presiden Prabowo,” tandas Fernando.

Bahkan kata dia, kemewahan yang dipertontonkan Teddy tersebut bisa saja akan berdampak kurang baik bagi persepsi publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dinilainya sudah berjalan cukup baik itu.

“Hal itu dianggap karena pemberlakuan efisiensi anggaran hanya omon-omon dan berlaku untuk Kementerian atau lembaga lain saja,” pungkasnya.

– Advertisement –

Leave a Comment