Korban Curas Modus Polisi di Leuwipanjang Bandung Mengaku Sempat Dituding Begal dan Dikeroyok Warga – jabarekspres.com

JABAR EKSPRES – Kasus pencurian dengan kekerasan (curas) bermodus anggota polisi di kawasan Leuwipanjang, Kota Bandung, menyisakan trauma bagi korban.

Korban bernama Rizky Ramadhan Anwari mengaku tidak hanya kehilangan kendaraan, tetapi juga sempat dituduh sebagai begal hingga menjadi sasaran amukan warga.

Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Soekarno-Hatta, depan Terminal Leuwipanjang, pada Rabu (6/5/2026) sekitar pukul 23.30 WIB.

Baca Juga:Pertamina Perkuat Aliansi Strategis untuk Dorong Inovasi Digital di Sektor Hulu MigasWagub Jateng Kawal Kasus Kekerasan Seksual di Pati, Jamin Pendidikan dan Pendampingan Hukum Korban

Rizky menuturkan, saat itu dirinya bersama seorang rekannya didatangi tiga orang terduga pelaku berinisial YNS, RSD, dan AR yang mengaku sebagai anggota kepolisian.

Menurut Rizky, para pelaku langsung meminta handphone miliknya dengan dalih untuk dilakukan pemeriksaan.

“Lalu saya harus ikut sama dia (para pelaku), dan dibawa ke arah Polsek Sukajadi,” katanya, Jumat (8/5/2026).

Namun di tengah perjalanan menuju arah Polsek Sukajadi, korban dan rekannya diminta turun dari kendaraan dengan alasan pelaku ingin buang air kecil.

Saat korban menuruti permintaan tersebut, para pelaku justru berusaha membawa kabur kendaraan miliknya. Rizky pun spontan mengejar sambil berteriak meminta pertolongan warga.

Namun situasi justru berbalik. Rizky mengaku malah dituding sebagai pelaku begal oleh para terduga pelaku.

“Tapi malah berbalik saya yang dituduh begal,” ungkapnya.

Akibat tuduhan tersebut, sejumlah warga yang berada di lokasi langsung menghampiri Rizky dan sempat melakukan pengeroyokan.

Baca Juga:Kemendikdasmen Kolaborasikan Sejumlah Program dengan DBL Indonesia, Salah Satunya Super TeacherGuru Honorer Tasikmalaya Desak Kejelasan Status dan Gaji, DPRD Siap Dorong ke Pusat

“Benjol-benjol di kepala. Tangan kiri juga sempat dilindas motor. Kena pukul dan tendang warga,” ujarnya.

Beruntung, warga kemudian mulai curiga terhadap para terduga pelaku dan meminta mereka menunjukkan surat-surat kendaraan.

“Warga sempat bilang, ‘Kalau benar ini motor dia, mana surat-suratnya?’ Mereka langsung down dan tidak bisa jawab,” tambah Rizky.

Sebelumnya diberitakan, aksi curas tersebut terjadi di Jalan Soekarno-Hatta depan Terminal Leuwipanjang dengan korban seorang pengedar sepeda motor berinisial RAA (27).

Kapolsek Polsek Babakan Ciparay, Kurniawan, membenarkan kejadian tersebut.

Ia menjelaskan, para pelaku mendatangi korban sambil mengaku sebagai anggota polisi yang hendak melakukan pemeriksaan tas dan handphone.

“Korban dan temannya kemudian dibonceng menggunakan kendaraan milik pelaku dan korban. Setelah sampai di Jalan Babakan Ciparay dekat KOPTI, kedua korban diturunkan dengan alasan pelaku hendak buang air kecil,” jelasnya.

Leave a Comment