Kopi Indonesia Laku USD3,89 Juta di World of Coffee Bangkok 2026, 337 Ton Ludes Dilirik 60 Buyer Dunia!

JAKARTA, Holopis.com – Kopi Indonesia mencatat potensi transaksi USD3,89 juta di World of Coffee Bangkok 2026, dengan 337 ton diminati 60 buyer global.

Aroma kopi Indonesia lagi-lagi bikin dunia melirik, di ajang World of Coffee Bangkok 2026 yang digelar pada 7–9 Mei 2026 di Bangkok, Thailand, komoditas kopi Tanah Air sukses mencatatkan potensi transaksi fantastis mencapai USD3,89 juta atau sekitar Rp66 miliar.

Bukan cuma angka yang bikin heboh, tapi juga volume kesepakatan yang tembus 337 ton kopi Indonesia.

Semua itu berasal dari komitmen pembelian melalui Letter of Intent (LoI) antara eksportir Indonesia dan 60 buyer internasional dari berbagai negara.

Dalam pameran tersebut, kopi Indonesia diminati buyer dari berbagai belahan dunia.

Mulai dari Belanda, Korea Selatan, Kanada, Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, Mesir, Oman, India, Brunei Darussalam, Filipina, Finlandia, hingga Taiwan.

– Advertisement –

Menurut Atase Perdagangan RI di Bangkok, Rafika Arfani, tingginya minat ini bukan kebetulan.

“Pameran World of Coffee Bangkok menjadi sarana efektif untuk mempertemukan eksportir Indonesia dengan buyer potensial dari berbagai negara,” ujarnya.

Ia menambahkan, antusiasme pengunjung terhadap kopi Indonesia terlihat jelas dari banyaknya komitmen bisnis yang berhasil dihimpun selama pameran berlangsung.

Indonesia tampil serius di ajang ini lewat Paviliun Indonesia hasil kolaborasi Bank Indonesia, KBRI Bangkok, dan Kementerian Perdagangan RI melalui Atase Perdagangan RI Bangkok.

Mengusung tema “Kopi Indonesia”, paviliun ini menghadirkan 10 stan di Booth No. 301, Blok F, Hall EH 99. Konsepnya unik, menggabungkan nuansa tempat penjemuran kopi dengan area diskusi bisnis.

Tak hanya itu, ada juga open barista demo yang memungkinkan pengunjung mencicipi langsung kopi unggulan dari berbagai daerah.

Sebanyak 20 pelaku usaha kopi binaan Bank Indonesia ikut meramaikan paviliun ini, berasal dari sentra kopi seperti Aceh, Sumatra Utara, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, NTT, hingga Papua.

Sebelumnya, peserta telah melewati proses kurasi ketat dari 189 calon eksibitor yang diseleksi oleh Laboratorium Kopi 5758.

Sementara itu, Duta Besar RI untuk Thailand, Hari Prabowo, menyoroti peluang besar di pasar Thailand.

Ia menyebut konsumsi kopi di negara tersebut melonjak hampir dua kali lipat dalam dua tahun terakhir, dari 180 menjadi 340 cangkir per kapita per tahun.

Sementara itu, produksi kopi Thailand hanya sekitar 15.600 ton per tahun, jauh di bawah kebutuhan domestik yang lebih dari 90.000 ton.

“Kondisi tersebut menjadikan Thailand sebagai pasar sangat prospektif bagi kopi Indonesia,” jelasnya.

Artinya, celah pasar ini terbuka lebar dan Indonesia berada di posisi yang sangat strategis untuk mengisinya.

Salah satu pelaku usaha, pemilik brand Bali Arabica I Komang Sukarsana, mengaku pameran ini jadi momentum penting untuk memperluas pasar.

Ia menyebut dukungan berbagai pihak seperti Bank Indonesia membantu UMKM terhubung langsung dengan petani, roastery, hingga buyer global.

“Rantai bisnis jadi lebih pendek dan efisien,” ujarnya.

Produk Bali Arabica sendiri sudah menembus pasar seperti Jepang, Korea Selatan, Kuwait, hingga Amerika Serikat.

Dari sisi lain, perwakilan CV Mandiri Kopi Sumatera Utara, Titis Budi Prihatin, juga mengaku puas dengan hasil pameran.

Ia menyebut peluang bertemu langsung dengan importir, trader, hingga roastery internasional membuka jalan baru bagi ekspansi bisnis kopi Indonesia.

“Antusiasme terhadap kopi Indonesia sangat besar. Ini kesempatan emas bagi UMKM,” katanya.

Di sela pameran, dilakukan juga business matching antara peserta Indonesia dan jaringan kedai kopi raksasa Thailand, Café Amazon yang berada di bawah PTT Oil and Retail Business Public Company Limited (PTTOR).

Café Amazon bahkan menyatakan ketertarikan untuk mengeksplorasi lebih jauh kopi Indonesia, termasuk potensi pasokannya di Asia Tenggara.

Sementara itu, mitra importir mereka, Peaberry Thai Co., Ltd., menyoroti kopi Gayo Aceh yang dinilai punya karakter rasa kuat dan cocok untuk pasar premium.

Event ini sendiri diselenggarakan oleh Specialty Coffee Association (SCA), organisasi global yang juga dikenal sebagai penyelenggara World Barista Championship.

Ajang ini menjadi salah satu pameran kopi paling bergengsi di dunia, tempat berkumpulnya roaster, importer, hingga pelaku industri dari berbagai negara.

Dengan capaian transaksi hampir USD4 juta dan ratusan ton komitmen pembelian, posisi kopi Indonesia di pasar global terlihat makin solid.

Dari Gayo, Bali, Jawa, hingga Papua semuanya tampil membawa karakter rasa yang berbeda namun sama-sama punya daya tarik tinggi.

Leave a Comment