
JABAR EKSPRES – Rencana penutupan sekaligus pemindahan lokasi SDN Baros Mandiri 7 (BM 7) Kota Cimahi masih memicu penolakan dari orang tua siswa dan pihak sekolah.
Mereka menilai kebijakan tersebut berpotensi mengganggu proses belajar, memengaruhi kondisi psikologis anak, hingga menambah beban ekonomi masyarakat sekitar.
Komite SDN Baros Mandiri 7, Wulan Widhatul Ummah, mengatakan persoalan utama bukan semata soal jarak sekolah baru, melainkan dampak jangka panjang terhadap mental siswa akibat perubahan lingkungan belajar secara mendadak.
Baca Juga:SDN Baros Mandiri 7 Cimahi Terancam Ditutup, Komite Minta Disdik Tinjau Ulang KebijakanDisdukcapil Cimahi Tetap Buka Saat Libur Kenaikan Isa Almasih 2026, Layani Ratusan Dokumen Kependudukan Warga
“Kalau mencari nafkah untuk makan masih bisa diusahakan. Tapi kalau mental anak terganggu, pemulihannya tidak sebentar dan sangat sulit disembuhkan,” kata Wulan saat ditemui usai audiensi, Sabtu, (16-5/26).
Menurut dia, pendidikan karakter yang selama ini dibangun di lingkungan sekolah juga dikhawatirkan ikut terganggu apabila relokasi tetap dilakukan.
Ia menilai hubungan emosional antara siswa, guru, dan lingkungan sekolah menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter anak.
Wulan menyebut nilai-nilai seperti cinta kepada Tuhan, sesama manusia, dan tanah air selama ini dibangun melalui pendekatan yang penuh kedekatan dan kasih sayang. Perubahan lingkungan belajar secara tiba-tiba, kata dia, berisiko mengikis proses tersebut.
Selain persoalan psikologis, komite sekolah juga menyoroti dampak ekonomi yang dinilai belum diperhitungkan secara matang oleh pemerintah daerah.
Menurut Wulan, masih banyak warga di sekitar SDN BM 7 yang hidup dalam keterbatasan ekonomi.
Ia mengatakan pemindahan sekolah akan menambah pengeluaran orang tua, terutama untuk biaya transportasi dan kebutuhan harian lain yang sebelumnya tidak diperlukan.
Baca Juga:Perang Terhadap Obat Keras, Satgas Bentukan Bupati Bogor Bongkar 45 Kasus dalam 1 BulanToko Kelontong hingga Konter Pulsa Jadi Kedok Peredaran Obat Keras di Kabupaten Bogor
“Masih banyak warga sekitar BM 7 yang hidup pas-pasan dan kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
Rencana pemindahan siswa ke SDN Baros Mandiri 3 juga dinilai menimbulkan persoalan baru terkait akses dan keamanan. Meski secara jarak tampak berdekatan, rute perjalanan menuju sekolah tujuan disebut harus memutar dan belum tentu aman bagi siswa.
Dalam audiensi dengan Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Wulan mengaku belum mendapatkan jawaban pasti mengenai berbagai keberatan yang disampaikan masyarakat.Sejumlah persoalan, mulai dari dampak ekonomi, keamanan siswa, hingga tata kelola kebijakan, disebut masih akan dibahas dalam rapat internal dinas.