
JABAR EKSPRES – Aceng Agus Salam tak lagi muda. Tapi tangannya masih cukup piawai dalam memerah susu sapi segar. Ia salah satu peternak sukses dari Kabupaten Bandung.
Namun siapa sangka bahwa ternak yang kini mencapai puluhan ekor hanya berasal dari satu ekor sapi. Semangat dan ketekunannyalah yang menjadi modal penting menjalani usaha itu.
Tepatnya di Desa Patrolsari, Kecamatan Arjasari. Aceng tinggal bersama istri dan anak-anaknya. Di belakang rumahnya berdiri bangunan sederhana, luas tapi cukup padat.
Baca Juga:Kuliah S2 Sambil Kerja, MM UM Bandung Sasar Alumni Aktif dengan Skema BeasiswaProdusen AMDK Lokal TGM99 Tawarkan Kemasan Lengkap dan Peluang Maklon
Di tempat itulah puluhan ternak Aceng berkembang. Setidaknya ada 60 ekor sapi yang kebanyakan sapi perah. Lalu puluhan ayam, entog, hingga ikan.
Peternakan itu dikenal dengan Lembu Sari. Kelompok peternak yang juga mengakomodir beberapa peternak lain di Desa tersebut.
Peternakan itu bergeliat sejak pagi. Rutinitasnya mulai dari memerah susu sapi, memberi makan ternak, memandikan ternak, hingga mengolah kotoran ternak.
Desa Patrolsari sendiri juga kawasan yang belum begitu padat penduduk. Meski bebukit, tanahnya subur lalu masih banyak aera pesawahan. Sehingga cukup cocok untuk usaha ternak. Karena pakan ternak cukup melimpah di kawasan itu.
Aceng menceritakan, kisahnya dimulai sekitar 1997. Usahanya itu tidak dimulai dengan modal besar atau puluhan sapi. Tapi justru hanya berawal dari satu ekor sapi.
Kala itu ia adalah pegawai di Koperasi Unit Desa (KUD) setempat. Namun kena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). “Itu zaman krisis moneter jadi saya kena PHK. Lalu mencoba peruntungan dengan memelihara satu ekor sapi dan domba,” jelasnya kepada Jabar Ekspres, Sabtu (11/4).
Aceng merawat sapi dan domba itu dengan tekun. Perlahan sapi itu juga beranak pinak. Berkembang jadi 4 ekor sapi, 12 ekor hingga kini tembus puluhan ekor sapi dan beberapa ternak lainnya. “Ternak tambah kandang penuh, lalu bikin lagi kandang. Lalu penuh lagi,” ungkapnya.
Baca Juga:Ditabrak Brio hingga Terpental ke Jalur Lawan, Dua Pemotor Tewas di Kemang BogorDiduga Keracunan MBG dari Posyandu, Warga Pasir Tanjung Bogor Ramai-ramai Datangi Klinik Terdekat
Aceng bukanlah zoolog ataupun Sarjana Peternakan. Ia hanya lulusan SMP. Ia banyak belajar secara otodidak dalam mengelola peternakannya. “Belajar sendiri. Dulu ikut ikutan orang tua. Atau saat kerja di KUD sering ikut kegiatan dinas. Belajar Inseminasi Buatan misalnya,” cetusnya.