
JABAR EKSPRES – Aksi tindak kejahatan penodongan terhadap dua orang korban, yakni mahasiswi Universitas Padjadjaran (Unpad), terjadi di gang kawasan Dusun Sukamanah, Desa Hegarmanah, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang dalam satu malam dengan rentang waktu berdekatan.
Sebelum mahasiswi semester 6 jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unpad dilindas sepeda motor pelaku, seorang mahasiswi Fakultas Ilmu Budaya Unpad lebih dulu menjadi sasaran pria bermotor yang diduga merupakan pelaku yang sama.
Jarak antar kedua tempat kejadian perkara (TKP) hanya sekira 8 meter. Rentang waktu dari kejadian pertama dengan yang kedua, hanya berselang sekira 15 menit.
Baca Juga:Terbantu Program JKN, Enok Bisa Jalani Perawatan Tanpa Khawatir Biaya Pengobatan20 Ribu Kendaraan Lintasi Jalur Puncak Bogor, One Way ke Arah Jakarta Diberlakukan
Mahasiswi bernama Shafira Nina Budiman (20), mengaku menjadi korban pertama aksi penodongan yang terjadi sekira pukul 19.30 WIB pada Selasa (12/5/2026) lalu.
“Ya, saya korban yang selamat, bukan yang terlindas sepeda motor pelaku,” katanya saat ditemui Jabar Ekspres pada Jumat (15/5/2026) malam.
Shafira menceritakan, saat kejadian, dirinya baru pulang dari kawasan Jatinangor Town Square (Jatos) Mall dan melintas di gang yang biasa dilewati menuju kos tempatnya tinggal.
“Saya baru pulang dari Jatos, habis jajan. Saya masuk gang ini, memang biasanya lewat sini dan aman-aman saja,” bebernya.
Shafira menjelaskan, ketika sedang berjalan masuk ke dalam gang, dirinya cukup disibukkan oleh barang belanjaan serta memasukkan dompet.
Kemudian, baru berjalan kaki masuk ke dalam gang, tiba-tiba ada seorang pria menggunakan sepeda motor jenis matic yang berteriak ke arahnya.
“Dia awalnya teriak-teriak ‘woy, woy, woy’ mengarah ke saya. Saya pikir orang kenal,” jelasnya.
Baca Juga:Anak Dirawat karena Demam Tinggi, Intan Rasakan Manfaat Nyata Program JKNTiga Tahun Jalani Cuci Darah, Eko Bersyukur Terbantu Program JKN
Namun orang yang berteriak itu terus mendekat. Dalam kondisi gang yang minim penerangan, Shafira baru sadar bahwa dirinya tidak mengenali sosok pria bermotor tersebut.
“Dia makin mendekat, waktu itu gelap juga dan ternyata saya enggak kenal,” ujarnya.
Pelaku kemudian berusaha merebut telepon genggam miliknya. Secara refleks, Shafira mempertahankan ponselnya sambil berteriak karena takut pelaku membawa senjata tajam.
Setelah korban berteriak, pelaku langsung melarikan diri ke arah jalan nasional Sumedang-Bandung.
Shafira mengingat, pelaku mengenakan jaket berwarna oren serta menggunakan sepeda motor jenis matic.