HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kecintaan Michael Jackson terhadap hewan menjadi salah satu sisi yang ikut diangkat dalam film biopik Michael. Selain perjalanan karier dan kehidupan pribadinya, film ini juga menampilkan hubungan Michael dengan sejumlah hewan peliharaan eksotis yang pernah ia miliki.
“Penggambaran ini semata-mata berdasarkan fakta sejarah dan tidak dimaksudkan sebagai dukungan untuk memelihara simpanse sebagai hewan peliharaan,” demikian pernyataan resmi yang disampaikan melalui organisasi PETA, dikutip Holopis.com, Minggu (26/4).
– Advertisement –
Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah Bubbles, simpanse yang selama ini dikenal sebagai hewan peliharaan paling ikonik dalam hidup Michael Jackson. Kehadiran Bubbles di film menjadi bagian penting yang memperlihatkan sisi personal sang musisi.
Dalam film, Bubbles pertama kali diperkenalkan saat dikirim ke rumah Michael, yang diperankan oleh Jaafar Jackson. Momen tersebut digambarkan cukup kontras, karena keluarganya justru menunjukkan reaksi terkejut. Ibunya, Katherine Jackson yang diperankan oleh Nia Long, mempertanyakan keputusan Michael memelihara simpanse.
– Advertisement –
Bubbles sendiri bukan satu-satunya hewan yang ditampilkan. Film ini juga memperlihatkan hewan lain seperti llama, jerapah, dan ular python yang pernah menjadi bagian dari kehidupan Michael saat tinggal di Encino, California.
Untuk menghadirkan karakter Bubbles dan hewan lainnya, sutradara Antoine Fuqua memilih menggunakan teknologi CGI, bukan hewan asli. Keputusan ini diambil untuk menghindari penggunaan satwa liar dalam proses produksi.
Pihak studio Lionsgate menegaskan bahwa penggunaan CGI juga dilakukan untuk memastikan keselamatan hewan selama proses syuting.
Dalam kehidupan nyata, Michael Jackson menyelamatkan Bubbles dari fasilitas penelitian di Texas pada 1980-an. Sejak saat itu, Bubbles kerap menemaninya, bahkan ikut dalam tur hingga menghadiri acara pribadi.
Namun, seiring bertambah besar, perilaku Bubbles menjadi lebih sulit dikendalikan. Ia kemudian dipindahkan ke pelatih hewan sebelum akhirnya tinggal di tempat perlindungan.
Kini, Bubbles yang berusia lebih dari 40 tahun hidup di Center for Great Apes, sebuah sanctuary di Florida, dan disebut menjalani kehidupan yang lebih tenang.
Kisah Bubbles dalam film ini menjadi salah satu sisi yang menambah warna dalam cerita, sekaligus mengingatkan kembali bagaimana hubungan antara manusia dan satwa liar telah banyak berubah seiring waktu.
– Advertisement –