Keterbatasan Lahan Jadi Kendala Pengembangan SMP di Cimahi, Disdik Ungkap Tak Semua Sekolah Representatif – jabarekspres.com

JABAR EKSPRES – Keterbatasan lahan masih menjadi salah satu persoalan utama dalam upaya meningkatkan kualitas dan akses pendidikan tingkat SMP di Kota Cimahi. Kondisi geografis wilayah yang terbatas membuat pemerintah daerah menghadapi tantangan dalam melakukan pembangunan maupun pengembangan sarana dan prasarana sekolah.

Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Juli Suprijadi, mengatakan peningkatan aksesibilitas pendidikan sebenarnya terus menjadi perhatian pemerintah.

Namun, upaya tersebut tidak mudah dilakukan lantaran terbatasnya ketersediaan lahan untuk pengembangan sekolah baru maupun perluasan bangunan.

Baca Juga:Kekeringan Kembali Terjang Nanggung Bogor, 512 Warga Terdampak Krisis Air BersihPolres Tasikmalaya Turun Tangan Percantik Alun-Alun Singaparna, Gaungkan Semangat Indonesia Asri

“Kalau untuk kelas sistem beda konteks. Jadi secara umum di Kota Cimahi ini memang kita terkendala, yaitu tentang lahan. Lahan kita itu sangat terbatas,” ujar Juli kepada Jabar Ekspres, Rabu (24/6/2026).

Menurut Juli, peningkatan akses pendidikan harus didukung dengan ketersediaan lahan yang memadai. Sementara itu, kondisi Kota Cimahi yang memiliki wilayah relatif kecil membuat ruang untuk pembangunan fasilitas publik semakin terbatas.

“Walaupun dengan kondisi apa pun, kalau ingin proses peningkatan aksesibilitas itu ingin terus meningkat, tapi satu sisi pengembangan lahan tidak ada, kan susah,” katanya.

Ia menjelaskan, kebutuhan lahan untuk pembangunan sekolah harus sejalan dengan perkembangan jumlah masyarakat dan kebutuhan pendidikan.

Namun, kondisi di Kota Cimahi menjadi tantangan tersendiri karena sebagian besar wilayahnya tidak dapat dimanfaatkan secara bebas untuk pembangunan.

“Karena, kontribusi dari lahan yang ingin dipakai untuk sekolah itu kan harus sebanding dengan perkembangan yang dibutuhkan. Sedangkan di Kota Cimahi yang hanya sekitar 4.000 km, 2/3-nya saja itu oleh TNI,” ujar Juli.

Ia menyebut, kondisi tersebut membuat pemerintah hanya memiliki ruang yang terbatas untuk mengembangkan fasilitas pendidikan.

Baca Juga:Mahasiswa Ditemukan Tewas di Semak-semak Ciseeng, Polisi Masih Selidiki Penyebab KematianTasikmalaya Jadi Tuan Rumah Jambore Nasional Overlanding 2026, Usung Misi Sosial dan Lingkungan

“Sehingga hanya 1/4-nya lahan yang dimiliki oleh masyarakat. Nah, dari masyarakat itu ada yang diandalkan pemerintah, yang pemerintah itulah yang agak susah,” ungkapnya.

Juli menerangkan, saat ini jumlah SMP negeri di Kota Cimahi mencapai 16 sekolah. Namun, dari jumlah tersebut belum seluruhnya memiliki kondisi sarana dan prasarana yang dianggap representatif.

“Jadi kondisi seperti sekolah, jumlah SMP itu 16, kan. Nah, dari 16 itu yang dianggap representatif hanya baru 11 dari akhir tahun 2025 Desember,” katanya.

Leave a Comment