
JABAR EKSPRES – Dadang Ahyar Ismail (53), warga sekaligus mantan atasan Taufik Hidayat alias Opik, menceritakan proses hingga buronan kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap perempuan berinisial YTR (29) di Cinunuk, Kabupaten Bandung, akhirnya menyerahkan diri kepada polisi.
Dadang mengaku dihubungi langsung oleh Opik beberapa hari setelah kasus tersebut viral dan menjadi perhatian publik.
Dalam percakapan itu, Opik mengaku kebingungan dan meminta bantuan karena namanya menjadi sorotan di media sosial.
Baca Juga:Miris! Hampir 300 Dapur MBG di Tasikmalaya Beroperasi, Baru 9 Kantongi PBGKelapa Parut Tembus Eropa, Produk Olahan Makin Kompetitif di Pasar Global
“Dia telepon saya, bilang, ‘Pak gimana ini, saya viral bahkan se-Indonesia’. Saya bilang, ‘Kamu maunya gimana?’ Dia minta bantuan dan perlindungan,” kata Dadang saat ditemui di Ciparay, Kabupaten Bandung, Rabu (24/6/2026).
Alih-alih membantu pelarian, Dadang justru meminta Opik mempertimbangkan risiko yang akan dihadapinya jika terus bersembunyi. Menurutnya, cepat atau lambat Opik tetap akan tertangkap.
“Saya bilang, kalau kamu lari terus sampai tua juga capek. Kedua, karena sudah ramai di media sosial, bisa saja ketangkap warga dan celaka di jalan. Ketiga, ketangkap polisi. Saya suruh dia pilih sendiri,” ujarnya.
Dadang mengatakan, setelah berpikir cukup lama, Opik akhirnya memutuskan untuk menyerahkan diri kepada aparat kepolisian. Keputusan itu kemudian ditindaklanjuti dengan koordinasi bersama anggota kepolisian bernama Hendi untuk menyiapkan proses penyerahan diri.
Menurut Dadang, proses komunikasi dengan Opik tidak mudah dilakukan karena yang bersangkutan kerap menggunakan nomor telepon berbeda setiap kali menghubunginya.
“Kami sempat menyusun strategi karena setiap telepon dia selalu ganti nomor. Akhirnya saya koordinasi dengan Pak Hendi. Kalau dia datang ke rumah saya, polisi sudah siap di sini,” katanya.
Sehari sebelum menyerahkan diri, Opik kembali menghubunginya dan memastikan akan datang. Dadang pun meminta agar ia bersikap kooperatif saat berhadapan dengan polisi.
Baca Juga:Pengamat: Diskon Transportasi Dinilai Berdampak pada Pertumbuhan Pariwisata dan Ekonomi DaerahWacana Rumah Sakit di Ujung Selatan Tasikmalaya Segera Terwujud
“Dia bilang, ‘Pak saya sekarang mau menyerahkan diri’. Saya bilang, ‘Kamu harus kooperatif’. Dia jawab, ‘Insyaallah saya kooperatif’,” ungkapnya.
Keesokan paginya, Opik sudah berada di rumah Dadang sebelum ia berangkat bekerja. Namun saat itu polisi belum berada di lokasi sehingga Dadang meminta Opik menunggu dan memastikan tetap menyerahkan diri pada hari yang sama.