
JABAR EKSPRES – Sebanyak 1.203 warga dari 368 kepala keluarga (KK) terdampak krisis air bersih di dua kecamatan di Kabupaten Bogor, yakni Kecamatan Jonggol dan Sukajaya, akibat menurunnya curah hujan selama musim kemarau.
Berdasarkan data dari BPBD Kabupaten Bogor, wilayah terdampak berada di Kampung Cigaruguy, Desa Sukajaya, Kecamatan Jonggol dengan jumlah 41 KK atau 203 jiwa.
Sementara itu, di Kampung Parigi, Desa Harkat Jaya, Kecamatan Sukajaya, tercatat sebanyak 327 KK atau sekitar 1.000 jiwa mengalami kondisi serupa.
Baca Juga:Korsleting Listrik Diduga Jadi Pemicu, Dua Rumah di Salawu Hangus Dilalap Si Jago MerahMasuk Tiga Besar Fortune Asia Tenggara, Pertamina Tegaskan Komitmen Ketahanan Energi
Merespons kondisi tersebut, tim BPBD Kabupaten Bogor langsung menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 15.000 liter dengan menggunakan tiga unit mobil tangki.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M. Adam Hamdani, mengatakan penurunan intensitas hujan menyebabkan sumber air warga mulai mengering.
“Dikarenakan intensitas hujan yang menurun di wilayah tersebut, mengakibatkan sumber air sumur resapan mengalami kekeringan sehingga warga kesulitan untuk memenuhi kebutuhan air bersih,” kata Kabid Ratik BPBD Kabupaten Bogor, M. Adam Hamdani, Senin (22/6/26).
Ia menjelaskan, BPBD telah melakukan asesmen di lokasi terdampak sekaligus mendistribusikan bantuan air bersih kepada warga.
“Untuk sementara kebutuhan air bersih telah didistribusikan kepada masyarakat,” ujarnya.
Saat ini, lanjut Adam, BPBD Kabupaten Bogor terus melakukan pemantauan di sejumlah wilayah lain yang mulai mengalami dampak kekeringan selama musim kemarau.
Sebelumnya, kondisi serupa juga terjadi di beberapa wilayah lain di Kabupaten Bogor, di antaranya Desa Gunungsari, Kecamatan Citeureup, Desa Parakan Muncang, Kecamatan Nanggung, serta Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang.(Dzihar)