
Jabar Ekspres- Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan komitmennya dalam menjaga keselamatan warga dengan menginstruksikan percepatan perbaikan jalan amblas di Jalan Nanjung, Kampung Cibeureum, Desa Mekar Rahayu, Kecamatan Margaasih.
Saat meninjau langsung lokasi pada Jumat (24/4), Bupati yang akrab disapa KDS itu secara tegas meminta agar perbaikan tidak ditunda.
“Saya minta ini segera ditangani. Mulai Senin sudah harus dikerjakan,” ujar KDS di hadapan jajaran DPUTR.
Baca Juga:KPAI : Anak Luka Bakar di Tasikmalaya Alami Trauma BeratMomentum Kartini 2026: Pertamina Perkuat UMKM Naik Kelas Lewat Inovasi, Ketahanan, dan Akses Pasar
Ia menekankan, kondisi jalan yang rusak berpotensi menimbulkan kecelakaan jika tidak segera diperbaiki.
Dalam keterangannya, KDS juga menyampaikan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama pemerintah.
Ia mengatakan tidak ingin ada korban akibat kelalaian dalam penanganan infrastruktur.
“Ini menyangkut keselamatan pengguna jalan. Jangan sampai ada kejadian yang tidak kita inginkan,” tegasnya.
Selain itu, KDS juga menyoroti pentingnya fungsi jalan tersebut bagi aktivitas ekonomi warga. Ia menjelaskan secara tidak langsung bahwa Jalan Nanjung merupakan jalur vital yang menunjang mobilitas masyarakat, termasuk distribusi barang dan akses menuju kawasan tol.
Menurutnya, jika perbaikan tidak segera dilakukan, dampaknya akan meluas pada aktivitas harian masyarakat.
“Mobilitas warga di sini tinggi, ini akses penting. Jadi harus cepat ditangani,” ucapnya.
Baca Juga:Geger Ikan Sapu-Sapu Dikubur Hidup-hidup, SAGAVET Unair Tawarkan Solusi Sesuai Syariat Islam!Kasus Dugaan Korupsi Disnaker Cimahi, Pemkot Janji Perketat Pengawasan
KDS pun kembali menegaskan bahwa penanganan infrastruktur yang berdampak langsung pada masyarakat harus menjadi prioritas.
“Yang penting keselamatan warga dan kelancaran aktivitas mereka. Itu yang utama,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala UPT Sarana Prasarana Wilayah Margahayu DPUTR Kabupaten Bandung, Deni Mulyana, menjelaskan bahwa kerusakan terjadi akibat faktor alam yang diperparah oleh beban kendaraan berat.
Ia menyebut, hujan dengan intensitas tinggi memicu abrasi tanah di bagian pinggir jalan hingga akhirnya mengalami retak dan amblas.
“Awalnya terjadi retakan di bahu jalan, kemudian karena hujan terus-menerus, tanahnya tergerus dan akhirnya ambles,” kata Deni.
Ia juga menambahkan bahwa kondisi tersebut semakin memburuk karena banyaknya kendaraan bertonase besar yang melintas setiap hari.
Secara tidak langsung ia mengakui bahwa kapasitas jalan tidak dirancang untuk menahan beban kendaraan berat tersebut.