
JABAR EKSPRES – Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) berikan penghargaan Kartika Pamong Praja Madya kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi pada Kamis (25/6/2026).
Tak hanya diberikan penghargaan, Gubernur Jabar yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) itu juga ditetapkan sebagai Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan Tahun 2026 oleh IPDN.
Rektor IPDN, Halilul Khairi mengatakan, penghargaan tertinggi tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi ketokohan, dalam mendukung penguatan tata kelola pemerintahan serta dunia kepamongprajaan di Indonesia.
Baca Juga:BPJS Jadi Syarat Pedagang di Marketplace Dapat Insetif, Diskon Biaya Layanan 50 Persen Konsumen dan Prodesen Sama-sama Dilindungi, Pemerintah Jaga Stabilitas Harga Bahan Pokok
“Pemberian penghargaan ini bukan sekadar prosesi seremonial, melainkan simbol estafet nilai pengabdian kepada generasi muda,” katanya di Gedung Balairung Rudini IPDN, Jatinangor, Kabupaten Sumedang.
Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian kuliah umum bertema Sinergi Kepemimpinan Daerah dan Aparat Penegak Hukum dalam Mewujudkan Pemerintahan yang Adaptif, Stabil, dan Berintegritas Menuju Indonesia Emas 2045.
Selain KDM, penghargaan serupa juga diberikan kepada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Reda Manthovani yang turut menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut.
“Kehadiran para penerima penghargaan membuktikan bahwa sinergi antara kepemimpinan yang kuat dan kepatuhan hukum adalah kunci utama dalam membangun daerah,” tukas Halilul.
Sebelum menerima penghargaan, Gubernur Jabar terlihat memberikan kuliah umum kepada para praja utama IPDN di Gedung Balairung Rudini.
Dalam pemaparannya, KDM mengajak calon aparatur sipil negara melihat negara tidak hanya dari perspektif administratif dan konstitusional, tetapi juga melalui pendekatan budaya.
“Negara merupakan satu kesatuan yang terdiri atas empat unsur utama, yakni tanah, air, udara, dan matahari, yang harus dipahami secara utuh dalam penyelenggaraan pemerintahan,” paparnya.
Baca Juga:Dinamika Sosial Keagamaan di Tasikmalaya Rentan Konflik, Penyuluh dan Penghulu Diminta Aktif Deteksi DiniMiris! Hampir 300 Dapur MBG di Tasikmalaya Beroperasi, Baru 9 Kantongi PBG
KDM juga menekankan, pentingnya membangun dua cara pandang bagi calon birokrat, yakni pemikiran filosofis yang berakar pada nilai ideologis dan historis bangsa serta semangat teknokratis yang mampu menjawab tantangan masa depan.
“Praja harus menjadi pemimpin yang tidak hanya administratif, tetapi juga visioner dan mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat,” bebernya.
Dalam kesempatan itu, KDM turut menyoroti kondisi birokrasi yang menurutnya masih terlalu berorientasi pada pemenuhan administrasi dibandingkan dampak nyata bagi masyarakat.