
JABAR EKSPRES – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat mulai memetakan langkah penyelamatan sebelum TPA Sarimukti mencapai batas kapasitasnya.
Salah satu upaya yang disiapkan yakni membangun 50 titik pengolahan sampah untuk mengurangi ketergantungan terhadap tempat pembuangan akhir yang selama ini menjadi tujuan utama pembuangan sampah dari wilayah Bandung Raya.
Sekadar diketahui, kapasitas TPA Sarimukti, khususnya di Zona 5, diperkirakan hanya mampu menampung sampah hingga Oktober 2026. Kondisi tersebut dipicu tingginya volume sampah yang masuk setiap hari.
Baca Juga:PGN Group Perkuat Konektivitas Infrastruktur Gas Bumi Nasional, CISEM II Resmi Beroperasi!Bocah 9 Tahun Tewas Diserang 4 Anjing Pemburu di Jasinga Bogor, Ayah Ungkap Luka Parah Korban
Dari target sekitar 1.400 ton per hari, realisasi pembuangan saat ini kerap mencapai 1.700 ton per hari sehingga mempercepat berkurangnya kapasitas tampung TPA Sarimukti.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Barat Ibrahim Aji mengatakan, pihaknya saat ini tengah menyiapkan puluhan titik pengolahan sampah sekaligus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait rencana bantuan mesin pengolah sampah.
“Informasinya memang akan ada bantuan mesin pengolah sampah dari provinsi. Saat ini kami masih berkoordinasi karena jenis dan spesifikasi alatnya belum disampaikan,” ujar Ibrahim saat dikonfirmasi, Selasa (9/6/2026).
Menurut dia, keberadaan mesin pengolah sampah tersebut berpotensi menjadi solusi dalam mengurangi volume sampah yang harus dikirim ke TPA Sarimukti setiap hari.
“Dengan kapasitas pengolahan beberapa ton per hari di setiap titik, beban pembuangan ke TPA dapat ditekan secara signifikan,” katanya.
Menurutnya, saat ini Bandung Barat mengirim sekitar 200 ton sampah per hari ke TPA Sarimukti. Jumlah tersebut berasal dari wilayah yang sudah terlayani sistem pengangkutan sampah milik DLH.
“Namun pelayanan pengangkutan sampah baru menjangkau 10 dari 16 kecamatan di Kabupaten Bandung Barat. Keterbatasan armada menjadi salah satu penyebab layanan belum bisa menjangkau seluruh wilayah,” tambahnya.
Baca Juga:Operasi Patuh Lodaya 2026 Ditunda, Polisi : Bukan Berarti Boleh Abaikan Aturan Lalu Lintas!Operasi Patuh Lodaya 2026 Ditunda, Polisi : Bukan Berarti Boleh Abaikan Aturan Lalu Lintas!
Sementara itu, total produksi sampah di Bandung Barat diperkirakan mencapai sekitar 700 ton per hari. Dari jumlah tersebut, sebagian besar ditangani melalui berbagai pola pengelolaan di tingkat masyarakat.
Ibrahim menjelaskan, pengurangan sampah dilakukan melalui bank sampah, budidaya maggot untuk mengolah sampah organik, hingga pemanfaatan limbah makanan sebagai pakan ternak di sejumlah daerah.