Kabupaten Bandung Berangkatkan Kloter Perdana Haji 2026, Bupati Dorong Penambahan Kuota dan Asrama Haji – jabarekspres.com

Jabar Ekspres- Kabupaten Bandung resmi memberangkatkan kloter perdana jemaah haji tahun 2026 melalui Kloter 24 KJT dengan total 445 calon jemaah, di Lanud Sulaiman, Kecamatan Margahayu, Sabtu (9/5/2026).

Pelepasan dilakukan langsung oleh Bupati Bandung Dadang Supriatna yang menyampaikan doa sekaligus harapan besar bagi kelancaran ibadah para jemaah di Tanah Suci.

“Alhamdulillah hari ini Kabupaten Bandung sudah memberangkatkan Kloter 24 KJT asal Kabupaten Bandung sebanyak 445 orang. Saya mendoakan semoga para jemaah diberikan kesehatan, lancar melaksanakan ibadah hajinya, dan kembali ke Kabupaten Bandung dengan membawa gelar haji,” ujar Dadang.

Baca Juga:Kebijakan WFH ASN Bawa Efisiensi Energi 44 Persen di Kabupaten BogorRibuan Pelari dari 44 Negara Ramaikan Red Dress Run, Sport Tourism Jateng Kian Mendunia

Dadang juga mengapresiasi peran Kementerian Haji dan Umrah, Kementerian Agama, serta FKKBHU yang telah mengawal proses keberangkatan sejak awal.

Menurutnya, sinergi tersebut penting agar seluruh tahapan pemberangkatan berjalan lancar.

Ia menyoroti kuota haji Kabupaten Bandung tahun ini yang dinilai mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.

Dadang menyebut, jumlah calon jemaah yang berangkat tahun ini lebih sedikit sehingga dirinya berharap ke depan kuota bisa kembali meningkat.

“Harapan kami setelah ada Kementerian Haji dan Umrah, kuota bukan menurun bahkan harus meningkat, supaya waiting list calon jemaah haji bisa lebih cepat,” katanya.

Selain itu, Dadang mengungkapkan adanya peluang pembangunan asrama haji di Kabupaten Bandung. Ia menyebut telah berkomunikasi dengan Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal terkait kemungkinan penyediaan lahan.

“Insya Allah kita akan berupaya supaya ke depannya Kabupaten Bandung mempunyai asrama haji, sehingga pelepasan tidak harus ke Indramayu, tapi cukup di Kabupaten Bandung lalu langsung ke bandara,” ujarnya.

Dalam pesannya kepada jemaah, Dadang menegaskan pentingnya mengikuti arahan petugas haji, mulai dari karom, TPHD, hingga tenaga medis yang telah dipersiapkan untuk mendampingi selama pelaksanaan ibadah.

Baca Juga:Harga Solar Industri Naik, Gubernur Jateng Kawal Aspirasi Nelayan ke Pemerintah PusatPemkab Bandung Matangkan Sistem Peringatan Dini Banjir, Warga Rawan Banjir Disiapkan Lebih Siaga

“Kalau terjadi sesuatu hal, silakan koordinasi dengan petugas yang sudah ditugaskan, termasuk dokter. Kami dari pemerintah daerah juga akan terus memantau, terutama saat pelaksanaan Arafah hingga kepulangan,” tambahnya.

Berdasarkan data Kemenhaj Kabupaten Bandung, jemaah tertua tahun ini berusia 94 tahun, sedangkan termuda 14 tahun. Tercatat pula sekitar 80 jemaah masuk kategori lansia berusia 60 tahun ke atas, dengan jumlah perempuan lebih banyak dibanding laki-laki.

Leave a Comment