JAKARTA, HOLOPIS.COM – Direktur eksekutif Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie menyarankan agar PSI (Partai Solidaritas Indonesia) pensiun dini jika masih tetap menggunakan Joko Widodo (Jokowi) sebagai patron politik dan branding untuk menarik suara publik.
Hal ini karena menurut kalkulasinya, era pengaruh Jokowi sebagai panutan dan persepsi publik pada politik yang bersih dan baik sudah rontok. Terbukti dengan potensi elektabilitas terkini dan tingkat kepemilihan dalam Pileg 2024 lalu pun tak membuat partai yang kini berlambang gajah itu naik signifikan.
– Advertisement –
“Jadi masuknya Jokowi di PSI bukan menaikkan elektabilitasnya, tapi menjatuhkan dan merontokkan partai ini. Dia sudah habis, mending istirahat dan pensiun,” kata Jerry dalam keterangannya, Minggu (19/4/2026).
Ia kembali menukil data survei yang sempat dirilis oleh Poltracking Indonesia. Di mana partai yang saat ini dipimpin oleh Kaesang Pangarep tersebut hanya berada di angka 1 persen.
– Advertisement –
Bagi Jerry, trah Jokowi justru bisa memperlambat manuver politik PSI ke depan, apalagi saat ini nahkoda utama PSI adalah putra sulung Joko Widodo.
Jika situasi ini masih tetap dipertahankan PSI sebagai bagian dari strategi politiknya, ia yakin di Pileg 2029 mendatang, PSI akan tetap bertahan di persentase itu.
“Survei terbaru Poltracking memberikan angka 1,5 persen bagi PSI, jadi ini peringatan bahwa harus ada reformasi yakni Ketum Kaesang harus diganti, kalau tidak bisa saya prediksi PSI hanya mampu meraih 1 persen suara Pileg mendatang,” ujarnya.
– Advertisement –
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang.
Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.