HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah kembali menyalurkan dana stimulan untuk perbaikan rumah warga terdampak bencana di wilayah Aceh dan Sumatra Utara pada November 2025 lalu.
Dalam agenda penyerahan di Kabupaten Aceh Tamiang, Menko PMK, Pratikno menyampaikan bahwa bantuan dana stimulan dari pemerintah pusat ini adalah atas arahan Presiden Prabowo Subianto.
– Advertisement –
Hingga saat ini total dana stimulan yang telah disalurkan untuk Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat, mencapai Rp654,87 miliar, untuk 18.345 unit rumah rusak ringan dan 12.390 unit rumah rusak sedang.
Di Aceh Tamiang sendiri totalnya adalah sebesar Rp117,96 miliar yang diberikan kepada 4.469 Kepala Keluarga (KK). Adapun besaran dana stimulan untuk kriteria rumah rusak ringan ialah sebesar 15 juta rupiah per kepala keluarga (KK) dan 30 juta rupiah per KK untuk mereka yang rumahnya rusak sedang. Ini berlaku untuk semua wilayah yang terdampak, baik di Aceh, Sumatra Utara maupun Sumatra Barat.
– Advertisement –
Melalui penyerahan dukungan ini, Pratikno berharap agar bantuan ini dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Pratikno juga menekankan bahwa bantuan ini bersifat stimulan untuk mendorong pembiayaan agar perbaikan rumah dapat dipercepat.
Adapun tujuannya adalah agar hunian masyarakat terdampak segera kembali normal, kehidupan keluarga kembali stabil, dan tentu saja demi pemulihan sosial ekonomi masyarakat.
“Melalui langkah ini, kita berharap Bapak dan Ibu korban bencana dapat kembali hidup normal seperti sedia kala. Atas arahan Bapak Presiden, kita tidak hanya ingin mengembalikan kondisi seperti semula, tetapi juga berupaya membangun kehidupan yang jauh lebih baik,” kata Pratikno dalam pernyataannya yang dikutip Holopis.com.
Kemudian dari Tapanuli Tengah, penyaluran dana stimulan yang diserahkan oleh Kepala BNPB ini merupakan fase tahap pertama. Adapun jumlah yang disalurkan mencapai 31,2 miliar rupiah. Seperti di Aceh Tamiang, dana stimulan ini juga diberikan kepada mereka yang terdampak bencana dengan kerugian materiel berupa rumah rusak ringan dan sedang.
“Tapanuli Tengah, ini baru tahap yang pertama. Tadi telah kita salurkan bantuan senilai Rp31,2 miliar rupiah. Dana ini diperuntukkan bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan ringan dan sedang,” kata Kepala BNPB.
Dari total besaran dana yang disalurkan tersebut, sebanyak 16,7 miliar rupiah akan diberikan kepada 1.098 KK dengan kondisi rumah rusak ringan, dan sebesar 14,7 miliar rupiah untuk 493 KK rusak sedang.
Suharyanto juga menegaskan bahwa penyaluran ini akan terus berlanjut dan tidak berhenti pada tahap pertama saja. Agar penyaluran dana stimulan tahap berikutnya dapat segera direalisasikan, Suharyanto meminta pemerintah daerah untuk segera mempercepat pengiriman data warga terdampak yang belum terakomodasi.
Suharyanto memastikan bahwa BNPB akan terus melakukan pendampingan melekat di setiap kabupaten dan kota agar proses administrasi tidak menghambat penyaluran bantuan.
“Apakah ini yang pertama dan terakhir? Tentu saja tidak. Masih banyak warga masyarakat Tapanuli Tengah yang rumahnya rusak ringan dan sedang namun belum mendapatkan bantuan hari ini,” tukasnya.
“Tapi jangan khawatir, bukan berarti mereka dilupakan, melainkan hanya menunggu giliran saja. Hal ini dikarenakan data yang diberikan dari pemerintah daerah belum seluruhnya masuk ke BNPB,” tambahnya.
– Advertisement –