
JABAR EKSPRES – Jakarta kembali mencetak prestasi dan mendapat pengakuan dari dunia, namun prestasi yang diraih kali ini tidak begitu membanggakan, karena Jakarta dinobatkan sebagai Kota terpadat di dunia oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Dalam catatan PBB, Jakarta berhasil menduduki peringkat pertama sebagai kota dengan kepadatan penduduk tertinggi di dunia, dengan jumlah penduduk mencapai hampir 42 juta orang, padahal luas Jakarta menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023 hanya 660,98 km.
Data ini menjadikan Jakarta bertengger di posisi tertinggi dibandingkan Dhaka (Bangladesh) di posisi kedua dengan penduduk 36,6 juta dan Tokyo (Jepang) yang berada di posisi ketiga 33,4 juta orang. Fakta lain yang cukup mengejutkan datang dari Dhaka, yang mengalami lompatan besar jumlah pendidik dari sebelumnya di posisi kesembilan ke posisi dua. PBB bahkan memperkirakan Dhaka bisa menjadi kota terbesar dunia pada 2050 mendatang.
Baca Juga:Sinopsis Film “Colony” 2026, Perjuangan Hidup Jun Ji Hyun dan Ji Chang Wook Untuk Selamat Dari Zombie Update Info Pendaftaran CPNS 2026, MenPAN-RB Rilis Kebutuhan Kuota ASN
Alasan pertumbuhan penduduk Dhaka dan Jakarta dipicu adanya perpindahan warga dari pedesaan ke perkotaan. Migrasi di Bangladesh sendiri terjadi karena peluang ekonomi dan bencana iklim yang meluas seperti banjir dan naiknya permukaan laut.
Sementara itu, Jakarta juga menghadapi ancaman penurunan tanah dan kenaikan muka laut. Diperkirakan seperempat wilayah kota akan berada di bawah permukaan air pada 2050.
Namun, laju pertumbuhan Jakarta juga tidak berhenti begitu saja. PBB memperkirakan populasinya akan bertambah 10 juta orang pada 25 tahun mendatang.
Sebagai informasi, laporan ini menggunakan definisi baru untuk menyelaraskan ukuran kota di berbagai negara. Kota diartikan sebagai aglomerasi berdekatan dari sel grid satu kilometer dan kepadatan minimal 1.500 orang serta total populasi 50 ribu.
Metodologi ini juga mengubah peringkat sejumlah kota. Misalnya Teheran yang memiliki 9 juta penduduk dan menghadapi krisis air serius hingga menetapkan kebijakan pembatasan distribusi.
Berikut daftar kota dalam laporan tersebut:
Jakarta, Indonesia: 41,9 juta penduduk
Dhaka, Bangladesh: 36,6 juta penduduk
Tokyo, Jepang: 33,4 juta penduduk
New Delhi, India: 30,2 juta penduduk
Shanghai, China: 29,6 juta penduduk
Guangzhou, China: 27,6 juta penduduk
Manila, Filipina: 24,7 juta penduduk
Kolkata, India: 22,5 juta penduduk
Seoul, Korea Selatan 22,5 juta penduduk.