Istimewanya Uang Kuno Bergambar Kartini Tahun 1953 dan 1985  – jabarekspres.com

JABAR EKSPRES – Hari kelahiran Raden Ajeng Kartini atau yang lebih dikenal dengan RA Kartini pada tanggal 21 April selalu diperingati seluruh rakyat Indonesia.

Hal ini karena RA Kartini berhasil mengangkat martabat wanita, yang pada masa lalu hanya jadi warga negara kedua yang tidak dianggap penting.

Dengan keberaniannya menuangkan gagasannya dalam surat yang kemudian diterbitkan di Belanda dalam bentuk buku berjudul Door Duisternis Tot Licht, yang diterjemahkan ke dalam bahasa Melayu menjadi Habis Gelap Terbitlah Terang.

Baca Juga:Kapan Gaji ke-13 ASN 2026 Cair?, Cek Jadwal Pencairan dan BesarannyaMomentum HUT ke-385 Kabupaten Bandung, KDS dan KDM Sepakat Kolaborasi Lintas Wilayah

Pengaruh buku tersebut ternyata sangat besar hingga membuka mata dunia, dan memberikan semangat baru tentang kebebasan, kesetaraan, modernisasi, dan anti-feodalisme. Hingga RA Kartini di nobatkan sebagai tokoh emansipasi perempuan.

Sebagai bentuk penghargaan atas jasanya tersebut bukan hanya hari lagirnya yang diperingati setiap tahun, bahkan foto dirinya juga pernah diabadikan dalam uang rupiah, yang kini dikenal sebagai uang kuno yang harganya mahal.

Mengutip situs resmi Bank Indonesia (BI), Kartini pernah muncul 2 kali di uang rupiah, yakni pecahan Rp 5 pada 1953 dan pecahan Rp10.000 pada 1985.

Pecahan Rp5 tahun 1953 merupakan bagian dari seri tokoh dan kebudayaan, yang menjadi seri pertama yang dicetak oleh BI.

Khusus uang Rp 5 bergambar Kartini, sebenarnya telah disiapkan sejak 1952. Namun, karena Undang-Undang tentang BI baru disahkan pada 1953, uang tersebut resmi dikeluarkan pada 2 Juli 1953.

Dalam situs Kementerian Budaya dijelaskan, uang itu berbahan kertas berbentuk persegi panjang dengan dominasi warna abu-abu, biru, dan putih. Pada sisi depan sebelah kiri terdapat gambar Raden Ajeng Kartini mengenakan kebaya dengan rambut disanggul.

Di bagian tengah terdapat tulisan “BANK INDONESIA LIMA RUPIAH”, angka tahun 1952, serta tanda tangan Gubernur dan Direktur BI.

Baca Juga:Sambut April, DAM Hadirkan Beragam Promo Menarik Sepeda Motor Honda di Jawa BaratMendorong Literasi Reksa Dana di Bandung Melalui Kampanye #ReksaDanaAja dan PINTAR Reksa Dana

Di bagian atas terdapat dua ekor burung dengan kepala saling menyilang. Sementara di sudut kanan atas dan kiri bawah terdapat angka nominal yang dipadukan dengan ornamen sulur daun dan roset.

Pada sisi belakang, uang ini berwarna biru dan cokelat, menampilkan gambar pohon rindang dengan ranting, daun, dan bunga. Di bagian bawah juga terdapat dua ekor ular, tulisan undang-undang pemalsuan uang, serta nilai nominal.

Leave a Comment