
JABAR EKSPRES – Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Banjar meraih Juara II dalam Kompetisi Inovasi Tingkat Kota Banjar (KIBAR) Tahun 2026 melalui inovasi Pedet Sakti.
Penghargaan diterima dalam Gelar Penganugerahan Juara KIBAR 2026 yang berlangsung di Aula Margayuda Bappelitbangda Kota Banjar, Jalan Raya Batulawang No. 26, Hegarsari, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Selasa (30/6/2026). Penghargaan diserahkan langsung oleh Wali Kota Banjar, Ir. H. Sudarsono.
Pedet Sakti merupakan kepanjangan dari Pengelolaan Data Peternakan dari Pelayanan Kesehatan Hewan dengan Sistem Aksi Terintegrasi. Inovasi ini dikembangkan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan data peternakan melalui sistem yang mengintegrasikan pelayanan kesehatan hewan dengan pendataan peternakan secara terpadu.
Baca Juga:Serapan KURDA Nol Persen Masih Rendah, Wabup Minta Camat dan Kades Jemput Bola ke MasyarakatMahasiswa Tasikmalaya Soroti Gelombang Aksi Pendukung MBG dan Sesalkan Sikap Pemkab
Sistem ini dirancang agar proses pengelolaan data dapat dilakukan lebih cepat, tepat, dan akurat, sekaligus mempermudah pemantauan kesehatan hewan serta perkembangan populasi ternak.
Melalui sistem terintegrasi tersebut, DKP3 Kota Banjar berharap mampu menghadirkan basis data peternakan yang valid sebagai dasar penyusunan kebijakan, pengambilan keputusan, serta peningkatan kualitas pelayanan kepada para peternak.
Kepala DKP3 Kota Banjar, Yoyon Cuhyon, menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diraih. Ia menyebut capaian tersebut menjadi penyemangat bagi seluruh jajaran untuk terus berinovasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Alhamdulillah, capaian Juara II pada Kompetisi Inovasi Tingkat Kota Banjar ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para peternak. Melalui inovasi Pedet Sakti, kami ingin mewujudkan pengelolaan data peternakan yang lebih cepat, akurat, dan terintegrasi sehingga pelayanan kesehatan hewan dapat berjalan lebih efektif,” ujar Yoyon.
Menurutnya, inovasi tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh tim DKP3 yang berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui pemanfaatan teknologi informasi.
“Penghargaan ini merupakan hasil kerja sama seluruh tim DKP3 yang terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan publik. Ke depan, inovasi ini akan terus kami kembangkan agar mampu mendukung pengambilan kebijakan berbasis data sekaligus memperkuat ketahanan pangan melalui sektor peternakan yang maju, sehat, dan berkelanjutan,” tambahnya.
Kompetisi KIBAR 2026 mengusung tema “Akselerasi Inovasi untuk Banjar Berdaya Bangun Masagi”. Ajang tahunan ini diikuti 247 inovasi yang terbagi dalam tiga kategori, yakni Perangkat Daerah, Pendidikan, dan Desa/Kelurahan. Seluruh inovasi dinilai secara ketat oleh dewan juri profesional yang berkompeten di bidangnya.