Ini Link Nonton Bareng Film Dokumenter Pesta Babi yang Banyak Dicari

JAKARTA, HOLOPIS.COM – Link nonton bareng film dokumenter Pesta Babi ramai dicari warganet usai viral di media sosial dan memicu beragam reaksi publik.

Film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita tengah menjadi perhatian publik setelah ramai dibahas di media sosial.

Film karya Dandhy Dwi Laksono bersama Cypri Paju Dale itu viral usai sejumlah agenda pemutarannya dilaporkan mengalami pembubaran di beberapa daerah.

Sejak saat itu, pencarian terkait link nonton bareng atau nobar film Pesta Babi meningkat tajam di internet.

Banyak warganet penasaran dengan isi dokumenter tersebut, terutama setelah berbagai potongan pembahasan dan reaksi publik beredar luas di platform X, TikTok, hingga Instagram.

Film ini merupakan hasil kolaborasi WatchDoc, Greenpeace Indonesia, dan Ekspedisi Indonesia Baru.

– Advertisement –

Dokumenter tersebut mengangkat persoalan masyarakat adat di Papua Selatan yang disebut mengalami perubahan besar akibat masuknya proyek perkebunan dan industri pangan skala besar.

Berbeda dengan film yang tersedia bebas di layanan streaming, Pesta Babi hanya dapat diputar melalui sistem pemutaran komunitas.

Karena itu, masyarakat yang ingin mengadakan nobar harus melakukan pendaftaran resmi terlebih dahulu.

Link Pendaftaran 

Pendaftaran nobar dilakukan secara daring melalui formulir resmi yang disediakan Ekspedisi Indonesia Baru berikut ini :

Link Nobar Pesta Babi

Penyelenggara diminta mengisi sejumlah data terkait agenda pemutaran yang akan dilaksanakan.

Informasi yang diminta meliputi lokasi acara, jumlah peserta, nama penanggung jawab kegiatan, hingga akun media sosial yang digunakan untuk publikasi acara nobar.

Panitia nantinya akan mengirim tautan pemutaran khusus kepada penyelenggara sekitar dua hari sebelum acara berlangsung.

Link tersebut hanya diperuntukkan bagi kegiatan nobar dan tidak boleh disebarluaskan ke platform publik.

Sistem ini diterapkan agar distribusi film tetap terkontrol dan digunakan untuk kepentingan diskusi komunitas.

Syarat Nobar

Selain mengisi formulir pendaftaran, terdapat sejumlah ketentuan yang wajib dipatuhi penyelenggara nobar.

Panitia menetapkan jumlah peserta minimal 10 orang dalam satu sesi pemutaran.

Penyelenggara juga diwajibkan mempublikasikan agenda nobar melalui media sosial dengan menandai akun resmi penyelenggara.

Tak hanya itu, publikasi kegiatan juga diwajibkan menggunakan tagar #PestaBabi dan #PapuaBukanTanahKosong.

Panitia melarang peserta maupun penyelenggara menyebarluaskan file film ke YouTube atau media sosial lainnya.

Setelah acara selesai, penyelenggara diminta mengirim dokumentasi berupa foto kegiatan dan suasana diskusi.

Ketentuan tersebut menjadi bagian dari mekanisme distribusi film yang memang diarahkan untuk pemutaran komunitas dan ruang diskusi publik.

Sinopsis

Film Pesta Babi mengambil latar di sejumlah wilayah Papua Selatan seperti Merauke, Boven Digoel, dan Mappi.

Dokumenter ini menyoroti kehidupan masyarakat adat yang disebut terdampak perubahan lingkungan akibat proyek pembangunan dan perkebunan.

Beberapa kelompok masyarakat yang disorot dalam film antara lain Suku Marind, Awyu, Yei, dan Muyu.

Sepanjang film, penonton diperlihatkan kondisi hutan adat yang perlahan berubah menjadi kawasan perkebunan tebu dan sawit.

Dokumenter juga menampilkan kesaksian warga mengenai perubahan pola hidup mereka.

Sagu yang selama ini menjadi sumber pangan utama masyarakat adat disebut semakin sulit ditemukan di beberapa wilayah.

Selain itu, warga juga menceritakan perubahan lingkungan yang memengaruhi aktivitas berburu dan kehidupan sehari-hari mereka.

Film berdurasi sekitar 95 menit itu turut memperlihatkan benturan antara proyek pembangunan dan hak masyarakat adat atas tanah ulayat.

Viral

Nama Pesta Babi mulai ramai dibahas publik setelah sejumlah agenda pemutaran dilaporkan dibubarkan.

Video dan informasi terkait pembubaran tersebut kemudian menyebar luas di media sosial.

Peristiwa itu justru membuat rasa penasaran masyarakat semakin tinggi.

Banyak pengguna internet mulai mencari sinopsis film, isi dokumenter, hingga cara mengikuti agenda nobar resmi.

Di media sosial, perdebatan soal film ini juga terus berkembang.

Sebagian warganet menilai dokumenter tersebut penting sebagai ruang diskusi mengenai lingkungan dan masyarakat adat.

Namun, ada pula pihak yang menganggap isu Papua merupakan persoalan sensitif sehingga perlu dibahas secara hati-hati.

Meski memunculkan pro dan kontra, film Pesta Babi kini menjadi salah satu dokumenter yang paling banyak diperbincangkan di ruang digital.

Kontroversi seputar pembubaran pemutaran film turut mendapat perhatian dari sejumlah aktivis hak asasi manusia dan organisasi masyarakat sipil.

Sebagian pihak menilai pemutaran film dokumenter merupakan bagian dari kebebasan berekspresi dan hak masyarakat untuk berdiskusi mengenai isu publik.

Film dokumenter dinilai menjadi medium untuk menyampaikan pengalaman warga yang terdampak perubahan lingkungan maupun kebijakan pembangunan.

Di sisi lain, isu Papua memang kerap memicu perdebatan panjang di masyarakat.

Karena itu, berbagai respons terhadap film ini terus bermunculan dari beragam kelompok.

Leave a Comment