
JABAR EKSPRES – Kenaikan harga plastik di pasaran justru dilihat sebagai momentum penting bagi Pemerintah Kota Cimahi untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat.
Di tengah tekanan pasokan global, isu lingkungan kembali mengemuka dan plastik sekali pakai menjadi sorotan utama.
Harga plastik naik akibat konflik global, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi menilai kenaikan harga plastik di pasaran sebagai peluang untuk menekan penggunaan plastik sekali pakai yang selama ini menjadi penyumbang besar sampah di wilayah tersebut.
Baca Juga:Baru Diresmikan 1 Bulan, Jembatan Gombang dengan Anggaran Rp1 Miliar Ambruk Peluang Cuan Besar bagi Indonesia, Barantin Ekspor Langsung Durian Beku ke China
Kepala DLH Kota Cimahi, Chanifah Listyarini, mengatakan kondisi ini seharusnya dimanfaatkan untuk mengubah kebiasaan masyarakat agar lebih ramah lingkungan.
“Adanya kenaikan harga plastik ini tentunya memacu kita untuk lebih giat lagi mengkampanyekan agar tidak menggunakan plastik sekali pakai. Misalnya kalau minum bawa tumbler, belanja tidak pakai plastik,” kata Chanifah, Sabtu (18/4/2026).
Kenaikan harga plastik diketahui terjadi pada hampir seluruh jenis di pasaran.
Situasi ini dipicu oleh memanasnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah antara Amerika Serikat dan Iran yang berdampak pada terganggunya pasokan bahan baku.
Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Cimahi tengah menyiapkan kebijakan pembatasan penggunaan kantong plastik sekali pakai.
Aturan itu akan dituangkan dalam Peraturan Wali Kota (Perwal) yang saat ini sedang dibahas bersama Bagian Hukum Setda Kota Cimahi.
Pada tahap awal, kebijakan ini akan menyasar toko modern.
Pemkot Cimahi berencana menggandeng asosiasi peritel untuk menerapkan larangan penggunaan kantong plastik sekali pakai di sektor tersebut.
Baca Juga:Harga Minyakita Naik Tipis, Mendag Klaim Tidak Ada Kelangkaan Stok Survei Kompas: 81,4 Persen Warga Bandung Optimistis, Kinerja Pemkot Tuai Apresiasi
“Kita akan menyiapkan Peraturan wali kotanya, kita bareng-bareng dengan Bagian Hukum. Kita dulu pernah sosialisasi ke rutel tentang hal ini, tapi kan belum mengikat karena belum ada aturan, sekarang kita akan ikat dengan aturan. Jadi kita sasaran awalnya ritel dulu,” sebut Chanifah.
DLH Cimahi juga mengimbau masyarakat untuk mulai mengurangi penggunaan plastik, terlebih di tengah kenaikan harga saat ini.
Perubahan kebiasaan ini diyakini dapat menekan volume sampah harian di Kota Cimahi.
Berdasarkan data DLH, dari total sekitar 250 ton sampah yang dihasilkan setiap hari, sekitar 27 persen di antaranya berasal dari sampah plastik. Selain volumenya yang besar, plastik juga memiliki dampak jangka panjang terhadap lingkungan.