
JABAR EKSPRES – Harga Minyakita di sejumlah pasar Kota Bandung melonjak tajam dan kini menyentuh angka Rp21.000 per liter.
Kenaikan tersebut membuat masyarakat terkejut karena harga jual jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
Temuan ini terungkap setelah Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bandung melakukan inspeksi langsung ke Pasar Sederhana untuk menelusuri penyebab lonjakan harga minyak goreng rakyat tersebut.
Baca Juga:Gas Elpiji Nonsubsidi Naik Harga, Warga Khawatir Elpiji 3 Kg Langka dan Harga Bahan Pokok Ikut MeroketDJP Bakal Pungut PPN Jalan Tol Mulai 2028
Minyakita Dijual Jauh di Atas HET
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan pihaknya bersama unsur Forkopimda, TNI, dan Polrestabes Bandung turun langsung ke lapangan guna memastikan kondisi distribusi dan harga Minyakita.
Menurutnya, di beberapa titik penjualan, Minyakita ditemukan dijual jauh di atas HET.
Padahal, pemerintah menetapkan harga resmi minyak goreng kemasan rakyat itu di kisaran Rp15.700 per liter.
“Harga di luar jalur distribusi Bulog bisa mencapai Rp19.000 hingga Rp21.000 per liter, tergantung mekanisme pasar dan distributor,” ujarnya.
Penyebab Harga Minyakita Naik
Farhan menjelaskan, lonjakan harga terjadi karena sistem distribusi Minyakita saat ini terbagi menjadi dua jalur.
1. Distribusi Melalui Bulog (30 Persen)
Sebanyak 30 persen pasokan Minyakita disalurkan melalui Bulog.
Jalur ini dinilai lebih terkendali karena barang masuk ke mitra ritel resmi dengan harga sesuai
Di pasar-pasar mitra Bulog, Minyakita masih bisa ditemukan dengan harga Rp15.700 per liter.
2. Distribusi Mekanisme Pasar (70 Persen)
Sementara 70 persen lainnya disalurkan melalui mekanisme pasar umum.
Baca Juga:Brock Lesnar Pensiun usai Dikalahkan Oba Femi di WrestleMania 42KPK Bongkar 8 Potensi Korupsi di Program Makan Bergizi
Pada jalur ini, harga sangat dipengaruhi oleh permintaan, stok, dan distributor, sehingga lebih rentan mengalami kenaikan.
Akibatnya, konsumen di sejumlah pasar harus membeli Minyakita dengan harga jauh lebih tinggi.
Warga Mengeluh Harga Sembako Makin Berat
Kenaikan harga Minyakita menambah tekanan bagi masyarakat, terutama ibu rumah tangga dan pedagang kecil yang sangat bergantung pada minyak goreng untuk kebutuhan harian.
Sejumlah warga mengaku kesulitan karena harga bahan pokok lain juga belum stabil.
Mereka berharap pemerintah segera mengambil langkah cepat agar harga minyak kembali normal.n
Selain memantau harga, Pemerintah Kota Bandung juga mewaspadai potensi praktik penimbunan oleh oknum yang memanfaatkan situasi.