
JABAR EKSPRES – Fenomena Godzilla El Nino atau musim kemarau ekstrem diperkirakan akan berdampak cukup panjang terhadap wilayah Kabupaten Bogor. Kondisi tersebut diprediksi berlangsung hingga November, bahkan berpotensi berlanjut sampai Desember 2026.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M. Adam Hamdani, mengatakan ancaman kekeringan tahun ini tidak hanya terjadi di sejumlah titik tertentu, tetapi berpotensi dirasakan oleh hampir seluruh masyarakat Kabupaten Bogor.
Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2026.
Baca Juga:Bupati Garut Warning SKPD, Evaluasi Kinerja Tak Boleh Lambat DitindaklanjutiPembangunan Sudah 90 Persen, Jembatan Darurat WIKA di Klapanunggal Bogor Ambruk
“Untuk puncak kekeringan berdasarkan prediksi BMKG, diperkirakan terjadi pada bulan Agustus. Hampir seluruh wilayah Kabupaten Bogor berpotensi mengalami kekeringan,” ujar Adam saat ditemui Jabar Ekspres di kantornya, Senin (22/6/2026).
Menurutnya, apabila fenomena Godzilla El Nino benar-benar terjadi, dampaknya akan dirasakan secara luas di berbagai wilayah Kabupaten Bogor.
“Kalau estimasinya, kemungkinan hampir seluruh wilayah terdampak,” katanya.
Meski demikian, Adam berharap upaya modifikasi cuaca yang dilakukan pemerintah pusat dapat membantu mengurangi dampak kekeringan, terutama di wilayah yang rawan mengalami krisis air bersih.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD Kabupaten Bogor telah menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah daerah yang mulai terdampak kekeringan.
Beberapa wilayah yang telah menerima bantuan di antaranya Desa Gunung Sari, Desa Parakan Muncang, Desa Karang Tengah, Desa Sukajaya, dan Desa Harkatjaya.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Bogor, jumlah warga yang terdampak kekeringan dan telah menerima bantuan air bersih mencapai lebih dari 2.600 jiwa.(Dzihar)