Haerul Saleh, Anggota BPK Cerdas yang Meninggal Tragis dalam Kebakaran Tanjung Barat

JAKARTA, HOLOPIS.COM – Haerul Saleh, Anggota IV BPK RI, dikenal cerdas dan berprestasi, meninggal tragis akibat kebakaran di Tanjung Barat, Jakarta Selatan.

Kabar duka datang dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

Anggota IV BPK, Haerul Saleh, dikabarkan meninggal dunia pada Jumat (8/5/2026) setelah menjadi korban kebakaran yang terjadi di kawasan Tanjung Barat, Jakarta Selatan.

Kepergiannya mengejutkan banyak pihak, termasuk kolega dan tokoh politik yang mengenalnya semasa di dunia legislatif.

– Advertisement –

Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman membenarkan kabar tersebut dan menyampaikan rasa duka mendalam atas wafatnya Haerul.

Ia mengenang almarhum sebagai sosok yang cerdas, rendah hati, dan aktif membantu rekan-rekannya sejak lama.

“Iya. Saya sangat kaget dan sangat berduka. Beliau salah satu sahabat saya. Sebelum Pemilu 2014 satu kamar saat pelatihan kaderisasi Gerindra. Beliau sangat baik, selalu tanya saya apa yang bisa beliau bantu. Beliau anak muda yang cerdas, wafat di usia baru 43 tahun,” ujar Habiburokhman, Jumat (8/5/2026).

Haerul Saleh lahir pada tahun 1981. Ia menjabat sebagai Anggota IV BPK RI sejak April 2022 setelah sebelumnya meniti karier panjang di dunia politik, khususnya di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI).

Sebelum masuk ke lembaga pemeriksa keuangan negara tersebut, Haerul dikenal sebagai politisi yang aktif dan memiliki rekam jejak cukup panjang di parlemen.

Ia mulai dikenal publik sejak terpilih sebagai anggota DPR RI pada 2014.

Saat itu, ia aktif di Badan Musyawarah DPR RI dan kemudian duduk di Komisi XI hingga 2019.

Selain itu, Haerul juga pernah menjadi anggota Badan Legislasi DPR RI pada periode 2016–2018.

Karier legislatifnya berlanjut pada periode berikutnya, yakni 2019–2022, di mana ia kembali duduk di Komisi XI DPR RI sebelum akhirnya dipercaya menjadi Anggota BPK RI.

Di luar aktivitas formal di lembaga negara, Haerul juga aktif dalam berbagai organisasi.

Ia pernah menjabat sebagai Bendahara KNPI Kabupaten Kolaka pada tahun 2000, menunjukkan keterlibatannya dalam dunia kepemudaan sejak usia muda.

Selain itu, ia juga memiliki peran di dunia usaha dan organisasi ekonomi.

Haerul pernah menjadi Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri HIPMI Sulawesi Tenggara periode 2015–2020, serta Anggota Dewan Pembina Kadin Sulawesi Tenggara pada periode yang sama.

Di bidang ekonomi syariah dan pemberdayaan masyarakat, Haerul juga tercatat sebagai Anggota Dewan Pakar Masyarakat Ekonomi Syariah pada 2021–2023.

Ia juga menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pengurus Pusat Pemuda Tani Indonesia untuk periode 2021–2026.

Dari sisi pendidikan, Haerul menyelesaikan pendidikan S1 Hukum di Universitas Satria Makassar pada tahun 2008, kemudian melanjutkan studi S2 Manajemen di Universitas Moestopo.

Kepergian Haerul Saleh dalam insiden kebakaran di Tanjung Barat menambah daftar duka di lingkungan lembaga negara.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi lebih lanjut mengenai kronologi detail kebakaran yang merenggut nyawanya.

Jenazah almarhum rencananya akan disemayamkan untuk prosesi penghormatan terakhir sebelum dimakamkan.

Sejumlah tokoh politik dan pejabat negara disebut akan memberikan penghormatan terakhir atas jasa dan pengabdiannya selama ini.

Haerul dikenal sebagai sosok yang aktif, berjejaring luas, serta memiliki pengalaman panjang di bidang legislatif dan kelembagaan negara.

Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kolega, dan lingkungan BPK RI.

– Advertisement –

Leave a Comment