
JABAR EKSPRES – Kabupaten Ciamis sedang menghadapi penurunan nilai fiskal yang cukup signifikan dalam APBD tahun ini. Namun, kondisi itu ternyata tidak menyurutkan denyut pembangunan di daerah Tatar Galuh tersebut. Justru, semangat gotong royong warga muncul sebagai kekuatan utama yang menopang berbagai kegiatan kemasyarakatan dan perbaikan fasilitas publik.
Apresiasi terhadap militansi swadaya masyarakat itu disampaikan langsung oleh Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, ketika menghadiri agenda bakti sosial yang digagas oleh Komunitas Doer Voer. Herdiat mengakui bahwa meskipun Pendapatan Asli Daerah (PAD) Ciamis relatif kecil, partisipasi aktif warga di tingkat bawah mampu memberikan kontribusi nyata yang bahkan melebihi nilai anggaran formal.
“Gotong royong warga Ciamis benar-benar luar biasa. Mulai dari urunan membangun jalan, gang, saluran irigasi, madrasah, hingga acara keagamaan di setiap RT. Saya sangat yakin, nilai partisipasi masyarakat ini lebih dari separuh nilai APBD kita,” kata Herdiat belum lama ini.
Baca Juga:G.H. Universal Bandung Raih Predikat Hotel Terbaik Nomor 1 di Dunia Versi TripAdvisorYayasan Pilar Tunas Nusa Lestari dan KEHATI Gelar Pameran Biodiversitas Perkotaan di Bandung
Bupati Herdiat membandingkan kondisi Ciamis dengan kota-kota besar yang mulai kehilangan budaya kebersamaan. Menurutnya, di tengah arus modernisasi, warga Ciamis justru makin erat dalam menjaga tradisi kerja bakti. Salah satu bukti konkret adalah kegiatan baksos yang digelar tanpa suntikan dana APBD maupun bantuan pemerintah provinsi. Dalam satu hari, perputaran uang swadaya dari donatur dan patungan warga mencapai angka fantastis.
“Perputaran dana swadaya hari ini tembus Rp50 juta sampai Rp70 juta. Ini murni uang hasil patungan dan keringat warga. Tidak akan pernah tercatat di dokumen APBD mana pun,” tegas Herdiat.
Yang menarik, gerakan sosial yang menjadi tulang punggung pembangunan partisipatif ini lahir secara organik, tanpa intervensi birokrasi. Pemimpin Komunitas Doer Voer, Rusna Apriyatna, yang akrab disapa Papa Unya, mengungkapkan bahwa pihaknya tidak pernah membuat proposal resmi untuk meminta bantuan ke instansi mana pun. Selama ini, mereka bergerak murni mengandalkan kedekatan emosional dan kepercayaan dari para donatur yang tergerak hatinya.
“Kami tidak pernah menyebarkan proposal formal. Tim kami bergerak dengan hati, memanfaatkan jaringan pertemanan dan keyakinan bahwa kebaikan akan selalu mendapat sambutan. Alhamdulillah, banyak donatur yang percaya dan ikut menyumbang tanpa diminta,” ujarnya.