Geledah Disnaker Cimahi, Penyidik Sita Dua Koper Dokumen Dugaan Korupsi Program Pelatihan – jabarekspres.com

Geledah Disnaker Cimahi, Penyidik Sita Dua Koper Dokumen Dugaan Korupsi Program Pelatihan – jabarekspres.com

JABAR EKSPRES – Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Cimahi menyita dua koper berisi dokumen usai melakukan penggeledahan di Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Pemerintah Kota Cimahi, Selasa (21/4/2026).

Penggeledahan ini berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi dalam program kerja Disnaker pada tahun anggaran 2022–2024.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Cimahi, Fajrian Yustiardi, mengatakan tim penyidik mengamankan sejumlah dokumen sebagai bagian dari alat bukti.

Baca Juga:Jalur Strategis Cijayanti–Bojong Koneng Ditata, Program Gentengisasi Libatkan Warga dan CSRKecelakaan Tunggal di Puncak Bogor, Pemotor Tewas Usai Hantam Trotoar

“Tim penyidik berhasil mengumpulkan alat bukti berupa dokumen sebanyak dua koper,” kata Fajrian saat ditemui di Kantor Kejaksaan Negeri Cimahi, Jalan Sangkuriang No.17, Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi.

Ia menjelaskan, dokumen yang disita berkaitan dengan berbagai program, khususnya pelatihan kerja yang dijalankan Disnaker.

“Jadi macem-macem, pokonya terkait program pelatihan kerja,” ungkapnya.

Proses penggeledahan berlangsung sekitar lima jam. Tim penyidik mulai bergerak sejak pukul 14.00 WIB hingga sekitar pukul 19.30 WIB.

“Penyidik berangkat dari kantor pukul 14.00 WIB hingga pukul 19.30 WIB,” ujarnya.

Meski sejumlah barang bukti telah diamankan, Kejari Cimahi belum memaparkan secara rinci temuan awal dari hasil penggeledahan tersebut.

Fajrian menegaskan, seluruh dokumen masih dalam tahap penyortiran dan pendalaman oleh tim penyidik.

“Nanti biarkan tim penyidik melakukan penyortiran dokumen-dokumen yang selanjutnya akan kami kaitkan dengan dugaan oknum yang terlibat,” katanya.

Baca Juga:Misteri Luka Bakar Bocah 8 Tahun di Leuwisari Tasikmalaya, Diduga Disiram Bensin Saat BermainRibuan Pelaut RI Jadi Kekuatan Pertamina, Dominasi 94 Persen di Armada Global

Sejauh ini, kasus tersebut juga belum mengerucut pada pihak tertentu. Fajrian menyebut, penyidik telah memeriksa sejumlah saksi, baik dari internal dinas maupun pihak ketiga, namun masih memerlukan pendalaman lebih lanjut.

“Masih belum. Karena itu, penyidik telah memanggil beberapa saksi, baik dari dinas maupun pihak ketiga, tetapi keterangannya masih perlu didalami,” terangnya.

Penyidik pun terus mengumpulkan alat bukti tambahan berupa dokumen dan keterangan lain guna memperjelas konstruksi perkara.

Terkait kemungkinan keterlibatan aparatur sipil negara (ASN), Fajrian menyebut pihaknya masih menunggu perkembangan penyelidikan.

“Masih kita lihat ya perkembangannya nanti ya,” imbuhnya.

Sementara itu, jumlah saksi yang diperiksa dipastikan akan terus bertambah seiring proses penyidikan.

“Nanti jumlahnya akan terus bertambah sehingga nanti bisa terang tindak pidananya,” terangnya.

Leave a Comment