HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kasus hantavirus kembali menjadi perhatian setelah World Health Organization (WHO) melaporkan adanya dugaan infeksi di sebuah kapal pesiar di Samudra Atlantik. Hingga kini, sejumlah kasus masih dalam pemantauan setelah muncul laporan pasien dengan kondisi serius dan beberapa kematian.
Hantavirus sendiri merupakan kelompok virus yang dibawa oleh hewan pengerat dan dapat menyebabkan penyakit serius pada manusia. Dikutip dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), infeksi hantavirus dapat berkembang menjadi dua kondisi utama, yaitu Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) dan Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS).
Gejala Awal Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS)
HPS merupakan bentuk infeksi hantavirus yang menyerang paru-paru dan dapat berakibat fatal.
Menurut CDC, gejala biasanya mulai muncul dalam waktu 1 hingga 8 minggu setelah seseorang melakukan kontak dengan hewan pengerat yang terinfeksi.
– Advertisement –
Gejala awal HPS meliputi:
- kelelahan
- demam
- nyeri otot, terutama di paha, pinggul, punggung, dan bahu
Sekitar setengah pasien juga mengalami:
- sakit kepala
- pusing
- menggigil
- mual
- muntah
- diare
- nyeri perut
Tahap Lanjut Bisa Menyerang Pernapasan
Empat hingga 10 hari setelah gejala awal muncul, kondisi pasien dapat memburuk dengan munculnya gangguan pernapasan.
CDC menyebut pasien HPS biasanya mulai mengalami:
- batuk
- sesak napas
- dada terasa sesak
Hal ini terjadi karena paru-paru mulai terisi cairan, sehingga membuat pasien kesulitan bernapas. HPS tergolong sangat serius. CDC mencatat sekitar 38 persen pasien yang sudah mengalami gejala pernapasan meninggal dunia akibat penyakit tersebut.
Hantavirus juga Bisa Menyerang Ginjal
Selain HPS, hantavirus juga dapat menyebabkan Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS), yaitu penyakit yang menyerang ginjal.
Gejalanya biasanya muncul dalam waktu 1 hingga 2 minggu setelah paparan virus, meski dalam beberapa kasus bisa memakan waktu hingga 8 minggu.
Gejala awal HFRS meliputi:
- sakit kepala berat
- nyeri punggung dan perut
- demam dan menggigil
- mual
- penglihatan kabur
Sebagian pasien juga mengalami:
- wajah memerah
- mata merah atau meradang
- ruam pada kulit
- Kasus Berat Bisa Menyebabkan Gagal Ginjal
Dalam tahap lebih lanjut, HFRS dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih berbahaya, seperti:
- tekanan darah rendah
- syok
- perdarahan internal
- gagal ginjal akut
CDC menjelaskan tingkat keparahan penyakit bergantung pada jenis virus hantavirus yang menginfeksi.
Infeksi virus Hantaan dan Dobrava diketahui lebih berat, dengan tingkat kematian sekitar 5 hingga 15 persen. Sementara infeksi Seoul, Saaremaa, dan Puumala biasanya lebih ringan dengan angka kematian di bawah 1 persen.
Meski demikian, proses pemulihan tetap dapat berlangsung lama, mulai dari beberapa minggu hingga berbulan-bulan.
– Advertisement –