
JABAR EKSPRES – Proses evakuasi material atap Sekolah Bhakti Taruna yang beterbangan dan menimpa rumah warga di Kampung Muara, Kelurahan Pasir Kuda, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, masih berlangsung hingga Kamis (16/4/2026) siang.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, menjelaskan peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (15/4/2026) sore akibat hujan sangat lebat disertai angin kencang.
Mendapat laporan, petugas BPBD langsung melakukan penanganan darurat di lokasi. Namun proses evakuasi material atap mengalami kendala karena ukuran material yang cukup besar.
Baca Juga:Komisi II DPRD Kabupaten Bogor Ungkap Kebocoran PAD hingga Rp200 M, Pemkab Didesak Bentuk PansusKang Eful Dorong Ketahanan Pangan untuk Pemenuhan Gizi Keluarga
Diketahui, atap sekolah dengan bentangan sekitar 30 meter terlepas akibat terjangan angin, lalu menimpa sedikitnya tiga rumah warga di bawahnya.
“Kemarin kami sudah lakukan penanganan kedaruratan, seperti mengurangi beban material di bagian depan. Namun untuk penanganan lanjutan, kami perlu berkoordinasi dengan dinas teknis, khususnya untuk bantuan alat berat seperti crane atau beko agar evakuasi bisa dipercepat,” ujar Dimas saat ditemui di Kampung Muara, Bogor Barat, Kamis (16/4/2026).
Ia menambahkan, selain fokus pada evakuasi material, BPBD juga memastikan kondisi warga terdampak tetap aman. Pemerintah Kota Bogor mulai menyiapkan bantuan berupa hunian sementara hingga fasilitas rumah kontrakan bagi warga yang rumahnya rusak.
Sementara itu, Dinas Perumahan dan Permukiman (Perumkim) telah melakukan verifikasi kerusakan rumah sebagai dasar pemberian bantuan perbaikan.
“Insyaallah hari ini Pemkot dan dinas terkait akan membantu proses pemberian bantuan tersebut, dan warga kami arahkan mencari kontrakan yang nantinya difasilitasi aparatur wilayah,” katanya.
BPBD juga telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta pihak sekolah untuk mempercepat proses evakuasi dan penanganan di lapangan.
Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Namun sejumlah rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat bervariasi.
Baca Juga:Bergerak di Tengah Tantangan Global, Armada Kapal Pertamina Topang Distribusi EnergiKuliah S2 Sambil Kerja, MM UM Bandung Sasar Alumni Aktif dengan Skema Beasiswa
Salah satu warga terdampak, Sri Mulyani (36), mengatakan hingga kini material atap belum seluruhnya dievakuasi dari permukiman.
“Belum semua diangkat, baru yang kecil-kecil. Karena atapnya besar, BPBD bilang memang agak kesulitan,” ujarnya.
Ia menuturkan, saat kejadian dirinya berada di kamar bersama anak-anaknya yang sedang tidur. Tiba-tiba terdengar suara keras, dan setelah diperiksa atap sekolah sudah menimpa bagian rumahnya.