Empat Tahun Mangkrak, Proyek Jembatan Penghubung Paledang-Pasir Jaya Mulai Digarap Kembali – jabarekspres.com

Empat Tahun Mangkrak, Proyek Jembatan Penghubung Paledang-Pasir Jaya Mulai Digarap Kembali – jabarekspres.com

JABAR EKSPRES – Pembangunan jembatan penghubung antara Kampung Lebak Sari RW 03 Kelurahan Paledang dengan RW 12 Kelurahan Pasir Jaya, Kota Bogor, akhirnya mulai dikerjakan setelah sempat tertunda selama hampir empat tahun.

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, mengatakan proyek tersebut sebenarnya telah beberapa kali dianggarkan pada pemerintahan sebelumnya.

Namun, pelaksanaannya selalu gagal karena terdapat persoalan seperti penolakan dari sebagian warga hingga sulitnya akses menuju lokasi.

Baca Juga:JPO Paledang Dibongkar, Pelican Crossing Disiapkan untuk Tingkatkan Keselamatan Pejalan KakiJPO Paledang Sudah Dibongkar, Warga Menanti Pelican Crossing

Kini, pembangunan jembatan penghubung tersebut telah berjalan sejak 26 Mei 2026 dan ditargetkan selesai dalam 26 minggu atau 180 hari kalender.

“Historisnya memang cukup panjang. Dulu sempat dianggarkan, namun beberapa kali gagal, hampir empat tahun APBD gagal. Permasalahannya klasik, ada beberapa indikator termasuk penolakan masyarakat dan akses yang memang sulit masuk,” ujar Jenal saat meninjau lokasi pembangunan jembatan, Rabu (1/7/2026).

Alhamdulillah setelah ikhtiar panjang, hari ini sudah membuahkan hasil. Pembangunan sudah berjalan dengan progres lebih dari 4 persen,” sambung dia.

Jenal menyebut, pembangunan jembatan itu menelan anggaran sekitar Rp2,7 miliar yang bersumber dari APBD Kota Bogor Tahun Anggaran 2026.

Nantinya, jembatan tersebut memiliki bentang sepanjang 48 meter dengan lebar bersih 1,8 meter.

Penggunaan jembatan itu nantinya dimungkinkan dapat dilalui roda dua.

Kendati begitu, fungsi jembatan bagi motor perlu pembahasan lebih lanjut oleh warga setempat.

“Lebar bersihnya 1,8 meter, tapi kalau dengan tiang lebih dari 2,4 meter. Bisa untuk kendaraan motor, tapi tentu nanti kita kembali berdiskusi dengan masyarakat apakah ini hanya untuk orang saja atau dengan kendaraan bermotor. Yang pasti, untuk kondisi darurat, warga sakit maupun orang meninggal, akses akan dibuka selama 24 jam,” katanya.

Baca Juga:Pembongkaran JPO Paledang-Bogor, Sejumlah Ruas Jalan Ditutup dan Dialihkan Mulai 26 Juni hingga 2 Juli 2026JPO Paledang akan Dibongkar, Dedie Sebut Diganti Zebra Cross dan Pelican Crossing untuk Dorong Kota yang Lebih

Selain itu, desain pembangunan jembatan juga mengalami sejumlah penyesuaian. Salah satunya dengan memundurkan bangunan Posyandu yang semula berada pada titik pijakan jembatan di sisi Kelurahan Paledang agar tidak menghambat proses konstruksi.

Selain itu, ujung jembatan nantinya akan dilengkapi jalur landai (ram) sebagai penghubung menuju gang permukiman warga.

“Awalnya posisi Posyandu berada di titik pijakan jembatan. Karena ada pembangunan ini, bangunan Posyandu akhirnya dimundurkan sehingga jembatan bisa berdiri. Nanti juga akan dibuat jalur ram menuju gang warga dengan posisi yang menyesuaikan ketinggian jembatan,” jelasnya.

Leave a Comment