Dunia Kerja Berubah Total! Indonesia Emas 2045 Dimulai dari Skill Digital dan AI

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Wamenaker (Wakil Menteri Ketenagakerjaan) Afriansyah Noor menegaskan pentingnya skill digital dan AI untuk menghadapi perubahan besar dunia kerja di era digitalisasi.

Afriansyah Noor menegaskan kualitas keterampilan digital atau digital skill kini menjadi kebutuhan utama bagi sumber daya manusia (SDM) Indonesia untuk menghadapi perkembangan teknologi global, termasuk kecerdasan buatan atau AI yang semakin masif.

Dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (8/5/2026), Wamenaker yang akrab disapa Ferry mengatakan dunia kerja saat ini sedang mengalami perubahan besar akibat pesatnya perkembangan teknologi digital.

“Dunia kerja sedang mengalami perubahan besar akibat AI dan digitalisasi. Tantangan kita bukan hanya soal jumlah, tetapi kualitas dan kesesuaian keterampilan,” kata Ferry seperti dikutip Holopis.com.

– Advertisement –

Menurutnya, perubahan dunia kerja saat ini membuat kemampuan tenaga kerja harus benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri. Jika tidak, maka banyak tenaga kerja akan kesulitan bersaing di era digital.

Berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) November 2025, dari 218,85 juta penduduk usia kerja di Indonesia, terdapat 7,35 juta pengangguran. Jumlah tersebut masih didominasi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Melihat kondisi itu, Kementerian Ketenagakerjaan terus mempercepat pemberdayaan tenaga kerja melalui platform digital SIAPkerja. Sistem ini menjadi layanan terpadu atau single gateway bagi masyarakat untuk mengakses pelatihan kerja, penempatan kerja, hingga sertifikasi secara lebih mudah dan efisien.

Selain memperkuat layanan digital, Kemnaker juga fokus meningkatkan pelatihan berbasis kompetensi. Program ini dirancang untuk memperkuat hard skill dan soft skill tenaga kerja agar lebih siap menghadapi kebutuhan industri modern.

“Kemnaker fokus pada perluasan penempatan tenaga kerja dengan memperkuat kolaborasi antara pemerintah, industri, dan lembaga pendidikan. Semua ini didukung oleh reformasi ketenagakerjaan, termasuk pemanfaatan teknologi digital dan pengelolaan birokrasi yang lebih baik,” ujar Ferry.

Pemerintah juga menegaskan komitmennya membangun ekosistem ketenagakerjaan Indonesia 2024–2029 yang lebih kuat, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi global.

“Langkah ini dilakukan melalui penguatan kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan tenaga kerja yang kompeten, terlindungi, dan mampu bersaing di tingkat global guna mewujudkan visi Indonesia Emas 2045,” kata dia.

Dengan semakin masifnya penggunaan AI di berbagai sektor, peningkatan skill digital kini menjadi salah satu kunci utama agar tenaga kerja Indonesia tidak tertinggal dalam persaingan global.

– Advertisement –

Leave a Comment