Drama Macet Gilimanuk Terurai, 35 Kapal Dikerahkan Sekaligus

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kemacetan panjang hingga lebih dari 30 kilometer di jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk kini mulai berangsur terurai. Kondisi ini menjadi kabar baik bagi para pemudik yang hendak keluar dari Pulau Bali menjelang hari besar keagamaan.

Sebelumnya, lonjakan volume kendaraan—terutama truk logistik—memicu antrean panjang di jalur menuju pelabuhan. Situasi ini sempat membuat perjalanan tersendat dan memakan waktu berjam-jam.

– Advertisement –

Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan Republik Indonesia menyebutkan, antrean kini mulai menyusut berkat langkah cepat dan koordinasi lintas instansi, termasuk Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia dan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero).

Berbagai strategi diterapkan untuk mempercepat arus kendaraan. Mulai dari pengoperasian kapal berukuran besar, penambahan armada hingga 35 kapal, hingga optimalisasi buffer zone. Selain itu, sistem tiba-bongkar-berangkat (TBB) diterapkan pada 25 kapal untuk mempercepat proses sandar dan bongkar muat.

– Advertisement –

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, berharap langkah ini mampu segera mengatasi kepadatan.

“Dengan dilakukannya langkah-langkah tersebut harapannya terjadi pengurangan kepadatan serta arus lalu lintas bisa berjalan normal kembali dan kepadatan bisa terselesaikan sebelum Hari Raya Nyepi,” ujarnya.

Meski demikian, kepadatan belum sepenuhnya hilang. Salah satu penyebabnya adalah masih beroperasinya truk logistik sumbu tiga ke atas, meski telah dibatasi melalui kebijakan pemerintah.

Di lapangan, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) juga terus memperkuat layanan. Salah satunya dengan mengerahkan kapal bantuan KMP Prima Nusantara di lintasan Ketapang–Gilimanuk.

Wakil Direktur Utama ASDP menegaskan langkah ini sebagai bagian dari percepatan layanan.

“Pengerahan KMP Prima Nusantara merupakan langkah konkret untuk meningkatkan kapasitas layanan di lintasan tersibuk. Kami juga terus mengoptimalkan pola operasi kapal agar proses penyeberangan berjalan lebih cepat dan antrean dapat ditekan,” ujarnya.

Berdasarkan pemantauan Rabu (18/3) pukul 10.00 WITA, antrean kendaraan kini tersisa sekitar 11 kilometer di wilayah Desa Melaya. Angka ini menunjukkan perbaikan signifikan dibanding sebelumnya yang mencapai lebih dari 30 kilometer.

Arus lalu lintas pun mulai bergerak lebih stabil, meski pengguna jasa tetap diminta bersabar dan mengikuti arahan petugas.

Pemerintah berharap, dengan berbagai langkah ini, kondisi lalu lintas menuju Pelabuhan Gilimanuk dapat kembali normal dalam waktu dekat, sehingga perjalanan masyarakat menjadi lebih lancar dan nyaman.

– Advertisement –

Leave a Comment