HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim bahwa konflik dengan Iran kini mendekati akhir. Pernyataan tersebut disampaikan pada Selasa (14/4) saat menjawab pertanyaan media. Trump menilai posisi Amerika Serikat saat ini cukup kuat, bahkan jika operasi militer dihentikan dalam waktu dekat.
“Jika saya menarik diri sekarang pun, mereka akan membutuhkan waktu 20 tahun untuk membangun kembali negara itu. Dan kita belum selesai. Kita lihat saja apa yang akan terjadi. Saya rasa mereka sangat ingin membuat kesepakatan,” ujarnya, dikutip Holopis.com, Rabu (15/4).
– Advertisement –
Ia juga mengungkap kemungkinan adanya putaran baru perundingan antara AS dan Iran dalam waktu dekat. Negosiasi lanjutan disebut bisa berlangsung dalam beberapa hari ke depan, dengan Pakistan menjadi salah satu lokasi yang dipertimbangkan.
Sejumlah laporan menyebut berbagai pihak kini berupaya mempercepat proses diplomasi sebelum masa gencatan senjata selama dua pekan berakhir.
– Advertisement –
Meski demikian, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi terkait waktu dan tempat perundingan berikutnya. Sumber dari Kedutaan Besar Iran di Islamabad menyebut pembicaraan lanjutan masih terbuka untuk dilakukan kapan saja.
Sebelumnya, pertemuan tatap muka antara delegasi AS dan Iran di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan. Kedua pihak masih memiliki perbedaan signifikan terkait sejumlah isu utama.
Iran menuntut gencatan senjata permanen di kawasan serta pencabutan sanksi, sementara AS tetap mendorong pelucutan program nuklir Iran yang dapat diverifikasi dan pembukaan penuh Selat Hormuz.
Di tengah upaya diplomasi, tekanan militer masih berlangsung. Amerika Serikat telah memberlakukan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan Iran dan memperingatkan akan mengambil tindakan tegas terhadap kapal yang mendekati wilayah tersebut.
Konflik ini bermula pada akhir Februari, saat AS dan Israel melancarkan serangan gabungan ke sejumlah wilayah di Iran. Serangan tersebut menewaskan pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei, bersama sejumlah pejabat militer dan warga sipil.
Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan menggunakan rudal dan drone yang menargetkan Israel serta aset AS di Timur Tengah, sekaligus memperketat pengawasan di Selat Hormuz.
– Advertisement –