Disdik Sumedang Catat 10 Ribu Anak Tidak Sekolah, Penanganan Dipacu Lewat Kolaborasi Kecamatan dan Desa – jabarekspres.com

JABAR EKSPRES – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumedang mencatat sekitar 10 ribu anak usia 7 hingga 18 tahun berstatus Anak Tidak Sekolah (ATS). Jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun 2025 yang sebelumnya mencapai sekitar 14 ribu anak.

Secara nasional, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mencatat sekitar 4 juta anak di Indonesia tidak bersekolah. Sementara di Provinsi Jawa Barat, jumlah ATS menjadi yang tertinggi dengan total mencapai 106.196 anak.

Kepala Dinas Pendidikan Sumedang, Eka Ganjar Kurniawan, mengatakan penurunan angka ATS merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah, kecamatan, hingga desa dalam melakukan pendataan dan penanganan secara terstruktur.

Baca Juga:Pedagang Direlokasi ke Rest Area Gunung Mas Mengeluh Sepi, Penghasilan Kerap Nol RupiahSirnas Padel 2026 Sukses Digelar, Ahmad Luthfi: Ajang Pengembangan Atlet dan Sport Tourism

“Awalnya sekitar 14 ribu, sekarang sudah turun menjadi 10 ribu anak,” ujarnya melalui sambungan telepon, Senin (27/4/2026).

Eka menjelaskan, penurunan tersebut merupakan hasil akselerasi yang dilakukan Disdik Sumedang bersama pemerintah kecamatan dan desa. Langkah awal yang ditempuh yakni melakukan pendataan ulang secara menyeluruh terhadap anak tidak sekolah di seluruh wilayah Kabupaten Sumedang.

Data tersebut kemudian menjadi dasar intervensi melalui program pendidikan nonformal. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melibatkan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) agar anak-anak yang tidak bersekolah dapat mengikuti program kesetaraan Paket A, B, dan C.

Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan hasil positif. Pemerintah Kabupaten Sumedang bahkan meraih peringkat pertama di Jawa Barat dalam penanganan ATS.

“Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menuntaskan persoalan ATS,” katanya.

Ke depan, Dinas Pendidikan Sumedang akan melanjutkan program akselerasi pada 2026 dengan target menekan angka ATS sekaligus meningkatkan rata-rata lama sekolah.

Eka menambahkan, ATS terbagi dalam tiga kategori, yakni anak yang tidak pernah sekolah, tidak melanjutkan pendidikan, serta putus sekolah. Adapun faktor penyebabnya beragam, mulai dari keterbatasan ekonomi hingga rendahnya kesadaran akan pentingnya pendidikan.

Leave a Comment