Dinamika Atmosfer di Hari H Lebaran 2026, BMKG Imbau Warga Sumedang Waspadai Potensi Bencana Hidrometeorologis – jabarekspres.com

JABAR EKSPRES – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) lakukan analisa cuaca pada hari H Idulfitri 1447 Hijriyah, yang diprediksi masih berpotensi diguyur hujan.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Bandung, Teguh Rahayu mengatakan, dari analisa pihaknya, dinamika atmosfer yang diprakirakan masih mendukung.

“Masih mendukung peningkatan suplai uap air dan pertumbuhan awan konvektif di sebagian wilayah Jawa Barat,” katanya kepada Jabar Ekspres, Sabtu (21/3).

Baca Juga:THR Bermasalah! 157 Perusahaan di Jabar Dilaporkan, Siap Kena SanksiDiskon Pajak Kendaraan Lebaran! Warga Jabar Bisa Hemat 10%

Rahayu menerangkan, peningkatan uap air dan pertumbuhan awan konvektif itu, diantaranya adalah suhu muka laut yang relatif hangat di sekitar perairan Indonesia.

Kepala BMKG yang akrab disapa Ayu itu menambahkan, selain suhu muka laut yang relatif hangat, kontribusi terhadap pembentukan awan hujan menjadi dinamika atmosfer di hari H Lebaran 2026.

Kemudian potensi terbentuknya daerah belokan dan pertemuan angin di sekitar wilayah Jawa Barat, dan kondisi labilitas atmosfer pada kategori ringan hingga kuat.

“Semua faktor tersebut mendukung peningkatan potensi pembentukan awan konvektif pada skala lokal di wilayah Jawa Barat,” terangnya.

Ayu mengungkapkan, dari hasil analisa pihaknya, dinamika atmosfer menunjukkan adanya potensi hujan sedang hingga lebat bahkan sangat lebat, yang dapat menerjang disertai kilat atau petir.

Hal itu berdasarkan prakiraan perkembangan dinamika atmosfer pada skala global, regional, dan lokal, serta luaran model cuaca probabilistik/deterministik dan analisis data pengamatan pihak BMKG.

“Bersama ini kami sampaikan prospek cuaca mingguan untuk Wilayah Provinsi Jawa Barat,” ungkap Ayu.

Baca Juga:Stasiun Cianjur Ramai! Puncak Mudik Tembus 1.200 Penumpang SehariNagreg Mulai Lengang! Puncak Mudik Dipastikan Sudah Lewat

“Potensi hujan sedang hingga lebat/sangat lebat disertai kilat/petir dan angin kencang yang dapat terjadi pada skala lokal dan durasi singkat terdapat di sebagian wilayah,” tambahnya.

• Kabupaten Subang,

• Kabupaten Sumedang,

• Kabupaten dan Kota Cirebon,

• Kabupaten Indramayu,

• Kabupaten Majalengka,

• Kabupaten Kuningan,

• Kabupaten Ciamis.

Mengingat adanya potensi hujan deras dengan petir dan disertai angin kencang masih bisa saja terjadi, Ayu mengimbau masyarakat dan instansi untuk waspada.

Diimbau untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu dan berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologis.

“Seperti hujan lebat hingga sangat lebat, angin kencang, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang,” imbuh Ayu.

Leave a Comment