
JABAR EKSPRES – Gangguan pasokan listrik akibat pemadaman bergilir yang terjadi di Kota Banjar, Jawa Barat, menjadi sorotan tajam dari para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Mereka mengeluhkan kerugian operasional yang signifikan, khususnya karena harus menambah biaya produksi untuk menjaga kelangsungan usaha di tengah ketidakpastian aliran listrik.
Koordinator Daerah UMKM Naik Kelas Kota Banjar, Eka Ersetya Kinding, mengungkapkan bahwa pemadaman yang kerap terjadi akhir-akhir ini sangat merugikan.
Baca Juga:Satpol PP Tertibkan PKL di Depan Masjid Besar Singaparna, Trotoar Disterilkan untuk Proyek PerbaikanSudah ke Jakarta Fair? Jangan Lewatkan Produk UMKM Lokal di Bright Store by Pertamina
Sektor yang paling terdampak adalah usaha kuliner berbahan baku daging yang membutuhkan mesin pendingin (cold storage) untuk menjaga kualitas produk.
“Ada keluhan karena beberapa pelaku usaha tidak dapat berjualan secara optimal. Khususnya mereka yang menggunakan bahan baku daging dan mengandalkan pasokan listrik,” ujar Eka kepada wartawan belum lama ini.
Ia menjelaskan, untuk mengatasi pemadaman dan mencegah bahan baku rusak, para pelaku usaha terpaksa mengeluarkan biaya tambahan.
Besarannya bervariasi, mulai dari 2 hingga 10 persen dari biaya produksi normal. Pengeluaran ekstra ini digunakan untuk biaya operasional mesin genset alternatif atau pembelian es batu untuk menjaga suhu daging. Akibatnya, margin keuntungan yang biasanya didapat otomatis tergerus.
“Pemadaman listrik tidak hanya diperlukan pemberian informasi yang jelas. Namun juga penanganan yang cepat karena hampir semua pelaku UMKM belum siap dalam pengadaan mesin genset,” tambah Eka.
Tidak hanya sektor kuliner, pemadaman ini juga menghambat sektor jasa pembuatan video dan produksi manufaktur mikro yang sama-sama bergantung pada kelistrikan untuk menjalankan mesin dan peralatan produksi mereka.
Menanggapi situasi ini, Manajer PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Banjar, Fajar, meminta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.
Baca Juga:Hadapi Musim Kemarau, Pemkab Bogor Normalisasi Irigasi untuk Selamatkan 800 Hektare SawahCungkil Kaca Dapur, Maling Gondol Uang dan Tablet Kasir Kafe di Cibinong
Ia menjelaskan bahwa pemadaman bergilir dilakukan sebagai langkah manajemen beban untuk mengantisipasi pasokan listrik yang berkurang akibat beberapa pembangkit yang operasionalnya masih terkendala.
“Kami sampaikan mohon maaf karena suatu kondisi yang tidak kita inginkan ini terjadi. Semoga semuanya bisa kembali normal sehingga listrik dapat digunakan kembali seperti biasa tanpa takut terkena pemadaman,” ujar Fajar.
Lebih lanjut, PLN menjelaskan bahwa manajemen beban ini bertujuan untuk menjaga sistem kelistrikan tetap stabil dan menghindari pemadaman total (blackout) yang membutuhkan waktu pemulihan lebih lama.