Cukup Tunjukkan Ijazah Asli, Jokowi Bisa Tidur Nyenyak dan Reputasinya Pulih

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Mencuat tudingan terhadap mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla alias JK soal membiayai Roy Suryo Cs dalam dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi. Munculnya tudingan ke JK karena dinilai ada manuver ingin memenangkan pendapat umum dan dukungan dari publik.

Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga menganalisa dengan muncul tuduhan ke JK maka diharapkan ada pendapat umum yang belakang berpihak ke Roy Suryo Cs bisa digeser ke kubu Jokowi.

– Advertisement –

“Sebab, melalui tuduhan tersebut, kepercayaan publik terhadap Roy Suryo diharapkan dapat menurun karena kelompok ini dianggap hanya aktor bayaran untuk menjatuhkan reputasi Jokowi,” kata Jamil, sapaan akrabnya kepada awak media, Selasa, (7/4/2026.

Menurut dia, dengan tuduhan itu diharapkan bisa merubah pendapat masyarakat tentang ijazah Jokowi yang diduga palsu menjadi asli.

– Advertisement –

“Harapan ini tentu diharapkan untuk membalikkan dukungan dari sebelumnya ke Roy Suryo berubah ke Jokowi,” tutur Jamil.

Maka itu, adanya tuduhan JK jadi bohir Roy Suryo Cs bisa jadi bagian dari strategi framing. Namun, strategi ini bisa jadi blunder dengan upaya JK untuk melaporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri pada Senin, kemarin.

Jamil menilai respons cepat JK itu tampaknya akan mementahkan strategi framing. Sebab, dengan melaporkan Rismon ke Bareskrim, upaya framing bisa akan menjadi bumerang.

“Masyarakat justru akan semakin yakin perjuangan Roy Suryo murni semata untuk mengungkap dugaan ijazah palsu Jokowi,” lanjut eks Dekan FIKOM IISIP Jakarta itu.

“Hal ini bisa jadi menjadi pemicu semakin membesarnya dukungan masyarakat terhadap perjuangan Roy Suryo Cs,” tutur Jamil.

Namun, sebaliknya upaya framing itu malah bisa makin melemahkan dukungan terhadap Jokowi. Sebab, ia mengatakan tuduhan ke JK itu hanya dianggap mengalihkan inti persoalan yang membuat masyarakat yang sebelumnya mendukung atau netral kemudian menjadi antipati.

“Jadi, strategi framing tersebut justru melemahkan Jokowi setidaknya dari pendapat umum. Hal ini akan membuat Jokowi semakin tersudut dan menghancurkan reputasinya,” ujar Jamil.

Maka itu, ia menekankan polemik dugaan ijazah palsu Jokowi sebaiknya tidak diperluas. Kata Jamil, pihak Jokowi cukup konsentrasi membuktikan bahwa ijazahnya asli.

“Untuk itu, Jokowi cukup menunjukkan ijazahnya yang asli. Dengan cara itu, persoalan akan selesai. Jokowi dapat tidur nyenyak dan reputasinya pulih kembali,” tutur Jamil.

Bagi dia, penyelesaian dugaan ijazah palsu Jokowi sebetulnya simple. “Namun, hal itu menjadi tak berujung karena terkesan sengaja dibuat rumit. Hal ini tentu patut direnungkan Jokowi,” sebut Jamil.

– Advertisement –

Leave a Comment