HOLOPIS.COM, JAKARTA – Cuaca ekstrem yang menyebabkan angin kencang melanda sejumlah pemukiman warga yang ada di Provinsi Jawa Barat semenjak beberapa hari terakhir.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menjelaskan, salah satu kabupaten yang terdampak ada di Kabupaten Sukabumi.
– Advertisement –
“Cuaca ekstrem menerjang wilayah warga Desa Cisaat, dan Desa Babakan, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Kamis (30/4).
Abdul menjelaskan bahwa cuaca ekstrem tersebut berdampak kepada belasan warga dan merusak rumah serta sejumlah infrastruktur lainnya.
– Advertisement –
“Hujan lebat disertai angin kencang ini berdampak pada 15 kepala keluarga. Kerugian materiil tercatat rumah rusak berat satu unit, dan rusak sedang sebanyak 15 unit,” ucapnya.
Abdul kemudian memastikan bahwa petugas gabungan telah membersihkan pohon tumbang dan ranting-ranting yang tumbang akibat angin kencang.
Cuaca ekstrem kemudian diketahui juga melanda Kabupaten Bandung. Wilayah yang terdampak cukup luas meliputi Desa Pananjung, Kecamatan Cangkuang, Desa Cukanggenteng, Kecamatan Pasirjambu, Desa Cingcin dan Desa Soreang di Kecamatan Soreang.
“Akibat kejadian bencana ini, lima kepala keluarga terdampak, tiga orang mengungsi dan tujuh orang mengalami luka ringan. Kerugian materiil dilaporkan satu unit rumah rusak berat, empat rumah rusak ringan, dan satu unit fasilitas pendidikan rusak sedang,” terangnya.
Untuk kondisi terkini, Abdul mengatakan petugas gabungan telah melakukan pembersihan material pohon tumbang di empat desa terdampak tersebut.
Menyikapi rangkaian kejadian bencana tersebut, Abdul mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap berbagai potensi ancaman bencana, khususnya bahaya hidrometeorologi basah.
“Apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama, masyarakat diimbau untuk melakukan evakuasi mandiri dan mengetahui jalur evakuasi yang aman. Warga yang tinggal di daerah bantaran sungai juga diminta untuk rutin memantau ketinggian muka air serta memperbarui informasi cuaca dari lembaga resmi,” imbaunya.
Abdul juga terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat hujan dan angin kencang.
“Masyarakat diminta menjauhi pohon atau struktur yang berpotensi roboh atau tumbang, seperti papan reklame dan bangunan rapuh,” tambahnya.
– Advertisement –