Cimahi Juara 2 Pengangguran di Jabar, Pemkot Sibuk Seremonial HUT ke 25  – jabarekspres.com

Jabar Ekspres – Di usianya yang sudah menginjak seperempat abad, Kota Cimahi justru mendapat “hadiah” berupa refleksi kritis atas rapor merah ketenagakerjaan. Menyoroti predikat Kota Cimahi sebagai daerah dengan tingkat pengangguran tertinggi kedua di Jawa Barat, Lembaga Kajian Strategis dan Lingkar Studi (KATALIS) Kota Cimahi berinisiatif menggelar workshop pengembangan diri bertajuk “Speak to Lead”.

Menariknya, aksi nyata untuk mendongkrak kompetensi mahasiswa dan fresh graduate lokal ini lahir murni dari kepedulian sosial—tanpa sepeser pun sokongan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi.Refleksi Kritis di Balik Seremonial Ulang Tahun

Direktur Eksekutif KATALIS Kota Cimahi, Virlana Rahmansyah, menegaskan bahwa momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Cimahi ke-25 ini tidak boleh hanya terjebak dalam perayaan seremonial belaka. Bagi KATALIS, angka pengangguran yang masih menjulang tinggi adalah persoalan mendesak yang butuh solusi konkret, bukan sekadar ruang tunggu janji politik.

Baca Juga:G.H. Universal Bandung Raih Predikat Hotel Terbaik Nomor 1 di Dunia Versi TripAdvisorYayasan Pilar Tunas Nusa Lestari dan KEHATI Gelar Pameran Biodiversitas Perkotaan di Bandung

“HUT Kota Cimahi kali ini dimaknai oleh KATALIS bukan sebatas perayaan seremonial belaka. Bagi kami, momen ini merupakan ruang untuk melakukan refleksi kritis terhadap berbagai bentuk permasalahan yang masih menjerat Kota Cimahi di usianya yang ke-25 ini,” tegas Virlana kepada Jabar Ekspres, Minggu (21/6/2026).Menurut Virlana, persoalan kesiapan generasi muda dalam memasuki pasar kerja yang kian kompetitif harus menjadi perhatian serius, mengingat angkatan kerja muda Cimahi saat ini bertarung di tengah ekosistem yang sulit.

Sindiran Keras: Murni Mandiri, Nol Kontribusi PemkotNada sentilan yang lebih menohok datang dari Direktur KATALIS Kota Cimahi, Mohamad Sirojudin Nawawi. Ia menyatakan secara lugas bahwa workshop penguatan soft skill ini adalah hadiah nyata dan independen dari lembaganya untuk masa depan pemuda Cimahi, sekaligus menjadi pembuktian absennya peran pemerintah dalam memfasilitasi kegiatan tersebut.”Kegiatan Speak to Lead ini adalah hadiah ulang tahun murni dari KATALIS untuk HUT Kota Cimahi yang ke-25,” ujar Sirojudin.Ia memastikan, gerakan ini bergerak murni dari bawah tanpa ada campur tangan anggaran dari birokrasi pemerintahan daerah.”Kami sampaikan bahwa kegiatan ini pure sebagai bentuk kepedulian kami terhadap generasi muda Cimahi. Tidak ada support atau dukungan, baik secara anggaran maupun operasional kegiatan, dari pihak manapun, apalagi dari Pemerintah Kota Cimahi,” tambahnya tanpa tedeng aling-aling.Dahaga Generasi Muda akan Ruang BerkembangManfaat nyata dari kegiatan ini diakui langsung oleh para peserta yang selama ini merasa kurang mendapat ruang pembekalan dari pemerintah setempat. Febby Nur Anisa, seorang fresh graduate asal Cipageran, mengaku workshop semacam ini menjadi oase di tengah ketatnya persaingan dunia kerja.”Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami. Selain menambah ilmu baru yang tidak didapatkan di bangku kuliah, workshop ini benar-benar meningkatkan kompetensi dan rasa percaya diri kami dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya,” ungkap Febby.Rekomendasi untuk Penguasa KebijakanMelalui momentum ini, KATALIS Kota Cimahi mendesak Pemkot Cimahi dan seluruh pemangku kebijakan untuk bangun dari tidur nyenyak dan lebih serius memikirkan nasib angkatan kerja produktif.“Sudah sepatutnya di usia 25 tahun, pemuda produktif di Kota Cimahi tidak hanya dituntut memiliki keterampilan secara mandiri, tetapi juga diberikan haknya oleh pemerintah untuk mendapatkan ruang dan kesempatan kerja yang layak, bukan malah jadi penonton di tengah mandeknya solusi ketenagakerjaan daerah,” tutupnya. (Mong)

Leave a Comment