JAKARTA – Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, membagikan sebuah cerita menarik di balik layar pengerjaan proyek strategis cetak sawah di Merauke, Papua. Ia mengungkapkan adanya laporan bernada pesimistis dari oknum pengamat kepada Presiden Prabowo Subianto yang menyebut tanah Papua tidak ramah untuk komoditas padi.
Mentan Amran menceritakan bahwa laporan keliru tersebut sempat membuat Presiden menghubunginya secara langsung pada waktu yang tidak biasa untuk meminta kejelasan mengenai kondisi riil di lapangan.
“Orang di sana mengatakan, Bapak Presiden ada yang lapor… memang banyak mafia menjelma jadi-jadian, dia bungkus dirinya menjadi macam-macam, ada konsultan, ada pengamat. Dia sampaikan ke Bapak Presiden, ‘Pak Presiden, itu Papua tidak mungkin tumbuh padi’,” ungkap Amran Sulaiman menceritakan ulang kejadian tersebut dalam sesi dialog Swasembada Pangan dengan para tokoh dan Mahasiswa di Gudang Bulog Romokalisari, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (15/5/2026).
Merespons laporan miring yang sampai ke telinga kepala negara, Mentan Amran bergerak cepat. Usai menerima telepon pada petang hari, ia langsung menjadwalkan penerbangan darurat pada subuh berikutnya menuju ujung timur Indonesia demi memastikan kondisi proyek secara langsung sebelum Presiden mendarat di lokasi.
“Tengah malam aku ditelepon, eh magrib jam 6, subuh saya terbang. Tunggu Presiden di Merauke, aku terbang,” kenang Mentan.
Begitu pesawat kepresidenan mendarat di Merauke, pertanyaan pertama yang dilontarkan oleh Presiden kepada dirinya adalah mengenai kepastian nasib tanaman padi di sana. Mentan Amran pun langsung menunjukkan bukti fisik di lapangan bahwa tanaman padi di Merauke justru tumbuh dengan sangat baik, sekaligus mematahkan argumen para pengamat di Jakarta.
– Advertisement –
“Begitu beliau mendarat, ‘Paman tumbuh padi?’. ‘Iya Pak’. Katanya tidak bisa tumbuh, ‘Iya memang Pak, kalau tidak ditanam, dicerita saja di TV enggak, enggak tumbuh itu.’ Ini tumbuh, ini sudah (berhasil),” tiru Amran yang disambut tawa hadirin.
Mentan Amran menyayangkan sikap beberapa pihak yang dinilainya tega memberikan informasi tidak benar dan cenderung memfitnah kerja keras pemerintah serta para petani di daerah. Ia menegaskan bahwa proyek cetak sawah di Merauke adalah bagian dari komitmen nyata pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional secara merata dari Sabang sampai Merauke.