
JABAR EKSPRES – Bupati Bandung Dadang Supriatna melepas keberangkatan kloter terakhir jemaah calon haji asal Kabupaten Bandung dengan jumlah 141 orang di Gedung Cenderawasih Lanud Sulaiman, Margahayu, Senin (18/5/2026).
Kloter 38 ini didominasi jemaah perempuan serta lanjut usia, sehingga disebut sebagai kloter ramah lansia, disabilitas, dan perempuan.
Dalam acara tersebut, Dadang yang akrab disapa Kang DS menyerahkan uang kadeudeuh secara simbolis kepada para ketua rombongan sebagai bekal tambahan bagi para jemaah selama berada di Tanah Suci.
Baca Juga:Arus Balik Puncak Didominasi Kendaraan ke Jakarta, Jalur Kembali Normal Dua ArahPolisi Gagalkan Tawuran di Parung Panjang Bogor, 14 Pemuda dan 8 Sajam Diamankan
Bantuan serupa sebelumnya juga telah diberikan kepada lebih dari 400 jemaah pada kloter-kloter sebelumnya.
Kang DS mengatakan perhatian pemerintah daerah terhadap para tamu Allah tidak hanya sebatas seremoni pelepasan, tetapi juga bentuk kepedulian nyata agar para jemaah, khususnya lansia, merasa lebih terbantu selama menjalankan ibadah.
“Saya sebagai Bupati Bandung karena cinta kepada masyarakat Kabupaten Bandung, kuota haji tahun 2027 akan kita perjuangkan agar jumlahnya bertambah,” ujar Dadang dalam sambutannya.
Ia mengungkapkan, kuota haji Kabupaten Bandung tahun ini mengalami penurunan signifikan dibanding tahun sebelumnya. Jika pada 2025 jumlah jemaah mencapai lebih dari 2.500 orang, tahun ini hanya sekitar 500 orang yang diberangkatkan.
Selain memperjuangkan penambahan kuota, Kang DS juga menyebut Kabupaten Bandung ditargetkan memiliki asrama haji sendiri pada 2027.
Rencana itu, kata dia, sedang dikomunikasikan bersama sejumlah pihak di tingkat pusat.
“Kabupaten Bandung insya Allah tahun 2027 akan memiliki asrama haji. Kami sudah berkoordinasi dan ini sedang diperjuangkan,” katanya.
Baca Juga:Libur Panjang Bawa Berkah, Bisnis Toilet di Jalur Puncak Bogor Raup Omzet hingga Rp1,5 Juta SehariSekolah Rakyat di Tasikmalaya Ditarget Groundbreaking Agustus
Ia juga memberi perhatian khusus terhadap kondisi kesehatan jemaah, mengingat mayoritas peserta kloter terakhir berusia 64 hingga 94 tahun.
Ia pun meminta seluruh petugas haji memberikan pelayanan maksimal kepada para lansia dan jemaah berkebutuhan khusus.
“Saya titip kepada seluruh petugas agar para jemaah lansia benar-benar mendapat perhatian dan pelayanan maksimal selama menjalankan ibadah haji,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Bandung pun menyiapkan dukungan pemantauan kesehatan melalui tim medis agar seluruh jemaah dapat menjalani rangkaian ibadah dengan aman dan nyaman.