Brutal! Israel Hancurkan Kota di Lebanon Meski Gencatan Senjata Berlaku

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Alih-alih membawa jeda konflik, gencatan senjata antara Israel dan Lebanon justru berbeda dengan realitasnya Militer Israel secara brutal memborbardir wilayah selatan Lebanon.

Kota Khiam di distrik Marjayoun menjadi saksi pertama rapuhnya kesepakatan tersebut. Tentara Israel dilaporkan melakukan aksi penghancuran besar-besaran yang mengguncang wilayah itu.

– Advertisement –

Mengutip laporan Anadolu bersumber dari kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) melaporkan pasukan Israel melakukan peledakan ‘besar-besaran’ di kota tersebut, yang terletak di distrik Marjayoun.

Bukan hanya satu insiden, militer Lebanon mencatat adanya serangkaian pelanggaran yang terjadi hampir bersamaan dengan dimulainya gencatan senjata.

– Advertisement –

Dalam laporan resmi, disebutkan bahwa serangan tidak sepenuhnya berhenti. Aktivitas militer masih berlangsung dalam berbagai bentuk.

Dalam pernyataan yang dimuat oleh NNA, tentara mengatakan pelanggaran tersebut termasuk penembakan sporadis yang menargetkan kota dan desa di Lebanon selatan.

Situasi ini menegaskan bahwa kesepakatan yang diharapkan menjadi titik balik justru masih jauh dari kata stabil.

Di tengah ketidakpastian, militer Lebanon mengambil langkah pencegahan dengan memperingatkan warganya untuk tidak terburu-buru kembali ke rumah.

Risiko keamanan dinilai masih tinggi, terutama di wilayah yang sebelumnya menjadi sasaran serangan.

“Komando militer menyerukan kepada warga untuk menunggu sebelum kembali ke kota dan desa di selatan mengingat sejumlah pelanggaran perjanjian,” demikian pernyataan militer Lebanon yang dikutip dari Anadolu, Jumat, (17/4/2026).

Militer Lebanon mendesak warga untuk mengikuti arahan agar menghindari “daerah berbahaya.”

Seruan ini mencerminkan kekhawatiran serius bahwa kondisi di lapangan belum benar-benar aman.

Sebelumnya, gencatan senjata diumumkan sehari sebelumnya oleh Presiden AS Donald Trump. Kesepakatan gencatan senjata itu berlaku dengan durasi 10 hari yang dimulai sejak tengah malam waktu setempat.

Israel kembali melancarkan serangan brutal le Lebanon sejak 2 Maret. Dari data otoritas Lebanon, serangan Israel itu menewaskan 2.196 orang dan melukai 7.185 lainnya. Serangan Israel juga menyebabkan lebih dari 1 juta orang mengungsi.

Israel menyerang Lebanon dengan menyasar kelompok Hizbullah yang merupakan sekutu Iran. Hizbullah sebelumnya melepaskan roket ke Israel sebagai respons membela Iran.

– Advertisement –

Leave a Comment