BPBD Akui Belum Miliki Alat Pendeteksi Khusus Pohon Rawan Tumbang di Bandung – jabarekspres.com

JABAR EKSPRES — Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Bandung mengakui belum memiliki alat khusus untuk mendeteksi kondisi internal pohon yang berpotensi tumbang.

Keterbatasan tersebut menjadi salah satu kendala dalam upaya mitigasi, terutama di tengah cuaca ekstrem yang melanda Kota Bandung dalam beberapa waktu terakhir.

Kepala BPBD Kota Bandung, Didi Ruswandi, mengatakan bahwa hingga saat ini pemeriksaan pohon masih mengandalkan metode visual. Petugas di lapangan hanya bisa menilai kondisi pohon dari tampilan luar, seperti batang, daun, maupun kemiringan pohon.

Baca Juga:Mobil Mewah Hancur Pemkot Bandung Gagal Laksanakan Mitigasi Pohon TumbangTerulang Lagi! Pohon Tumbang di Kota Bandung Timpa 2 Mobil 

Namun demikian, metode tersebut dinilai belum cukup untuk memastikan keamanan pohon secara menyeluruh.

“Permasalahannya, ada pohon yang secara visual terlihat sehat, tetapi ternyata bagian dalamnya sudah lapuk atau keropos. Itu yang tidak bisa kita deteksi dengan cara biasa,” ujarnya, saat dikonfirmasi Rabu (15/4).

Menurut Didi, kondisi tersebut kerap menjadi faktor penyebab terjadinya pohon tumbang secara tiba-tiba, terutama saat hujan deras disertai angin kencang. Ia menegaskan, BPBD membutuhkan teknologi berupa alat pemindai atau scanner yang mampu membaca kondisi struktur internal pohon.

Dengan adanya alat tersebut, potensi pelapukan dari dalam batang pohon dapat diketahui lebih dini. Hal ini dinilai penting untuk meningkatkan efektivitas langkah pencegahan dan mengurangi risiko kejadian yang membahayakan masyarakat.

“Kalau kita punya alatnya, kita bisa lebih akurat dalam menentukan pohon mana yang benar-benar berbahaya dan perlu segera ditangani,” katanya.

Di tengah keterbatasan tersebut, BPBD tetap mengoptimalkan langkah mitigasi yang ada. Salah satu upaya yang rutin dilakukan adalah pemangkasan pohon di berbagai titik yang dianggap rawan. Kegiatan ini dilakukan setiap hari dengan melibatkan petugas di lapangan.

Namun, Didi mengakui bahwa jumlah pohon di Kota Bandung yang cukup banyak menjadi tantangan tersendiri. Ditambah lagi, kondisi cuaca yang belakangan cenderung ekstrem, dengan intensitas hujan tinggi dan angin kencang, semakin meningkatkan potensi pohon tumbang.

Baca Juga:Bukti Transfer Bongkar 4 ASN Soal Dugaan Jual Beli Jabatan di Pemkab Bogor, Kini Dilimpahkan ke PolisiJETOUR Gelar Mall Exhibition di Bandung, Tampilkan Lini SUV untuk Mobilitas dan Petualangan

“Dengan kondisi cuaca seperti sekarang, risiko itu memang meningkat. Sementara jumlah pohon yang harus ditangani juga cukup banyak,” ungkapnya.

Leave a Comment