BNPB: 2.718 KK Kabupaten Sintang Terdampak Banjir

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bencana banjir melanda pemukiman warga di Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat hingga merusak sejumlah fasilitas publik.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menjelaskan, hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Sintang memicu terjadinya banjir di sejumlah wilayah.

Debit air yang terus meningkat menyebabkan genangan meluas dan berdampak pada permukiman warga di tiga kecamatan terdampak, yakni Kecamatan Kayan Hulu, Kecamatan Kayan Hilir, dan Kecamatan Kelam Permai, khususnya di Desa Bengkuang.

“Bencana banjir ini berdampak cukup luas terhadap masyarakat. Berdasarkan data sementara, sekitar 2.718 KK terdampak dan masih dalam proses pendataan lebih lanjut oleh petugas di lapangan,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Senin (18/5).

Selain itu, ribuan rumah warga turut terdampak genangan banjir. Kondisi semakin diperparah dengan putusnya satu unit jembatan gantung yang menjadi akses vital masyarakat sehingga menghambat mobilitas warga dan distribusi bantuan menuju lokasi terdampak.

BPBD Kabupaten Sintang bersama unsur kecamatan dan pemerintah desa bergerak cepat melakukan koordinasi penanganan darurat. Tim juga telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi banjir guna melakukan pendataan dampak serta memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera ditangani.

– Advertisement –

Sejumlah kebutuhan mendesak saat ini sangat diperlukan untuk mendukung penanganan darurat di lapangan, di antaranya perahu karet untuk evakuasi dan mobilisasi warga, makanan siap saji, pasokan air bersih, obat-obatan, serta percepatan perbaikan Jembatan Nanga Toran yang mengalami kerusakan akibat banjir.

Abdul menegaskan bahwa kondisi banjir masih dalam pemantauan intensif BPBD Kabupaten Sintang. Pendataan terhadap jumlah warga terdampak maupun pengungsi masih terus dilakukan seiring perkembangan situasi di lapangan.

Pemerintah daerah bersama unsur terkait terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi hujan dengan intensitas tinggi masih dapat terjadi di wilayah tersebut.

Abdul mengatakan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah dan unsur terkait terus melakukan pemantauan dan penanganan darurat di wilayah terdampak. Seiring masih berpotensinya cuaca ekstrem di sejumlah wilayah, Abdul mengimbau masyarakat agar meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan.

“Masyarakat di wilayah rawan banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem diminta memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari instansi berwenang serta menghindari aktivitas di sekitar lereng labil, bantaran sungai, dan infrastruktur yang mengalami kerusakan,” imbaunya.

Leave a Comment