Bencana Kebakaran Lahan Hingga Banjir Landa Provinsi Jambi

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Sejumlah insiden bencana alam melanda sejumlah pemukiman warga yang ada di Provinsi Jambi selama beberapa hari terakhir.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menjelaskan, bencana alam yang pertama yakni karhutla (kebakaran hutan dan lahan) yang terjadi di Desa Simpang Terusan, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi pada Senin (27/4).

– Advertisement –

“Lahan seluas dua hektare terbakar yang hingga saat ini penyebabnya masih dalam penyelidikan lebih lanjut. Petugas berhasil memadamkan api setelah mengerahkan mobil pemadam kebakaran,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Selasa (28/4).

Selain kebakaran lahan, Provinsi Jambi juga dilanda peristiwa banjir yang merendam pemukiman warga di enam kecamatan di Kabupaten Sarolangun.

– Advertisement –

Adapun kecamatan terdampak meliputi Kecamatan Pauh (Desa Kasang Melintang), Kecamatan Batang Asal (Desa Bukit Berantai, Pekan Gedang, Pulau Salak baru, Paniban Baru, Bantu Empang, Muaro Pemuat dan Simpang Narso) serta Kecamatan Bathin VIII (Desa Tanjung Gagak, Rantau Gedang, Pulau Buayo, Teluk Kecimbung, Tanjung, Pulau Melako, Limbur Tembesi dan Muara Lati).

Kemudian Kecamatan Lemur (Desa Pulau Pandan dan Muara Limun), Kecamatan Cermin Nan (Desa Tendah, Pemuncak, Telok Tigo, Sungai Keramat, Lubuk Resam Hilir dan Telur Rendah) serta Kecamatan Sarolangun (Desa Sungai Abang, Baru, Brunei Dalam, Lidung, dan ladang Panjang).

“Sebanyak 5 unit rumah dan 6 unit jembatan gantung mengalami rusak berat, 4 unit rumah dan satu unit jembatan rusak ringan, serta 1.551 unit rumah lainnya terdampak,” ujarnya.

Abdul kemudian juga memastikan bahwa tidak ada korban jiwa akibat peristiwa ini. Selain itu, kondisi banjir saat ini telah surut dan warga telah beraktifitas normal.

Abdul kemudian mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi basah maupun kering.

“Warga yang tinggal di daerah rawan banjir diharapkan rutin memantau kondisi cuaca, memelihara saluran drainase, serta segera evakuasi ke tempat yang lebih aman jika hujan lebat melanda lebih dari satu jam dan membatasi jarak pandang,” imbaunya.

“Sementara itu, pemerintah daerah bersama tim satuan tugas gabungan dapat melakukan patroli di wilayah dengan tingkat kemudahan terbakar tinggi serta mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan dan segera melaporkan jika menemukan titik api agar upaya penanganan dapat dilakukan secara cepat,” lanjutnya.

– Advertisement –

Leave a Comment