Baru Diresmikan 1 Bulan, Jembatan Gombang dengan Anggaran Rp1 Miliar Ambruk   – jabarekspres.com

JABAR EKSPRES – Ambruknya Jembatan Gobang yang menghubungkan dua kampung di Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor pada Rabu (15/4/26) lalu menuai sorotan, terutama terkait pelaksanaan proyek dan pihak penyedia jasa.

Camat Rumpin, Icang Aliyudin, mengungkapkan bahwa jembatan tersebut merupakan proyek pembangunan desa yang didanai bantuan keuangan (bankeu) tahun 2025 dengan nilai anggaran mencapai Rp1 miliar.

Ia menyebut, jembatan tersebut baru diresmikan sekitar satu bulan lalu, tepatnya saat bulan Ramadan.

Baca Juga:Mulai 21 April 2026, Parkir di Jalan Suryakencana-Siliwangi Bogor Dipindah ke Lajur Kanan! Jam Rawan Begal hingga Curanmor Dipetakan, Polisi Bogor Kota Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Terkait pelaksanaan proyek, Icang menegaskan bahwa pembangunan dilakukan oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) desa bersama warga.

“TPK desa dengan warga, dengan kebutuhan wilayah penyambung kampung Tarisi dengan gobang,” ujarnya.

Untuk diketahui, jembatan itu dibangun dengan panjang 32 meter dan lebar 3 meter agar dapat dilintasi kendaraan roda empat.

Akan tetapi, struktur tersebut akhirnya gagal bertahan saat diterjang banjir.

“Jadi jembatan itu untuk bisa masuk mobil Tapi pas tanggal Rabu tanggal 15 April itu ada banjir besar, rumah-rumah juga kebawa yang pinggir-pinggir dan tiang tanggulnya itu ke dorong oleh ada bongkahan bambu jadi itu tiang putus tuh (tiang penyangga tengah),” jelasnya.

Icang menilai, ambruknya jembatan bukan disebabkan kesalahan spesifikasi pembangunan, melainkan faktor bencana alam.

“Ya sudah, emang karena bencana aja itu mah ambruknya,” cetusnya.

Meski begitu, proyek yang melibatkan TPK desa ini tetap menjadi perhatian, mengingat jembatan baru saja selesai dibangun namun tidak mampu bertahan menghadapi debit air tinggi.

Baca Juga:Survei Kompas: 81,4 Persen Warga Bandung Optimistis, Kinerja Pemkot Tuai ApresiasiNyamar Jadi Ustadz, Polisi Bekuk Dua Pemuda Aceh dan Sita Ribuan Obat Keras di Bogor

Icang memastikan, pihak kecamatan telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bogor untuk penanganan lanjutan, termasuk usulan perbaikan melalui skema Belanja Tidak Terduga (BTT).

“Sudah berkoordinasi, kita melaporkan kemarin juga ada kunjungan Wakil Bupati mudah-mudahan ada BTT gitu ya untuk perbaikan semua, kasihan warga,” katanya.

Menurutnya, pembangunan jembatan tersebut merupakan hasil musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) desa yang melibatkan berbagai pihak, termasuk masyarakat dan tenaga pendamping.

Reporter: Dzihar

Leave a Comment