Banjir dan Angin Kencang Landa Provinsi Sumut

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Sejumlah bencana alam mulai dari banjir dan angin kencang melanda sejumlah pemukiman warga yang ada di Provinsi Sumatera Utara.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menjelaskan, bencana pertama adalah banjir yang melanda Kabupaten Asahan.

“Banjir mengakibatkan 183 KK atau 521 jiwa terdampak,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Kamis (18/6).

Wilayah yang terkena dampak banjir meliputi Desa Bangun Sari di Kecamatan Setia Janji, Desa Perkebunan Sei di Kecamatan Sei Dadap, Desa Terusan Tengah dan Desa Sidomulyo di Kecamatan Tinggi Raja.

“Sebanyak 152 rumah, satu fasilitas ibadah, dua fasilitas Pendidikan, satu fasilitas umum dan 50 hektar sawah terendam tinggi muka air yang bervariasi antara 30-70 centimeter,” jelasnya.

Abdul memastikan bahwa hingga saat ini kondisi banjir berangsur mulai surut.

– Advertisement –

Masih di Provinsi Sumatra Utara, angin Puting beliung menerjang Kabupaten Deli Serdang. Peristiwa ini terjadi di Desa Negara Beringin Kecamatan Sinembah Tanjung Muda Hilir, Desa Paku di Kecamatan Galang dan Desa Paluh Kurau di Kecamatan Hamparan Perak.

Akibat peristiwa ini, sebanyak 18 KK terdampak dengan kerugian materil tercatat sebanyak 14 rumah rusak ringan dan empat rumah rusak sedang,” terangnya.

Saat ini Abdul menyebut bahwa warga bergotong royong untuk memperbaiki kerusakan pada atap rumah yang terhempas oleh angin puting beliung tersebut.

Menyusul adanya rangkaian bencana yang berpotensi terjadi akibat faktor cuaca, Abdul mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana sesuai karakteristik wilayah masing-masing.

“Masyarakat di daerah rawan kekeringan diharapkan menggunakan air secara bijak serta segera melaporkan apabila mengalami kesulitan memperoleh akses air bersih agar dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah. Di sisi lain, masyarakat yang berada di wilayah rawan banjir diminta tetap waspada terhadap kemungkinan hujan dengan intensitas tinggi yang dapat memicu genangan maupun luapan sungai,” imbaunya.

“Di samping itu, masyarakat juga diimbau untuk terus memantau informasi cuaca resmi dari BMKG dan mengikuti arahan pemerintah daerah serta BPBD setempat guna mengurangi risiko bencana,” tambahnya.

Leave a Comment