Bandung Zoo Disorot, Danny Gunalen Dorong Pengelolaan Berbasis Konservasi dan Kesejahteraan Satwa – jabarekspres.com

JABAR EKSPRES — Masa depan Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo dinilai harus kembali diarahkan pada fungsi utamanya sebagai lembaga konservasi satwa, bukan sekadar destinasi hiburan semata. Hal itu ditegaskan CEO Faunaland, Danny Gunalen, saat menerima kunjungan media dalam agenda Faunaland Media Experience yang berlangsung pada 11–12 Mei 2026 di Faunaland Buperta Cibubur, Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut, Danny menekankan bahwa pengelolaan kebun binatang modern harus dibangun di atas fondasi konservasi, animal welfare, serta tata kelola yang profesional dan berkelanjutan.

Menurutnya, perhatian publik terhadap kondisi Bandung Zoo belakangan ini merupakan sesuatu yang wajar. Sebab, kebun binatang tersebut memiliki sejarah panjang sekaligus kedekatan emosional dengan masyarakat Kota Bandung.

Baca Juga:Oleng Saat Salip Pikap, Penumpang Motor Tewas Terlindas Truk di Babakan Madang BogorSedang Atur Jalan, Kaki Juru Parkir Terlindas Truk Hino di Gunung Putri Bogor

“Bandung Zoo adalah bagian dari sejarah Kota Bandung. Karena itu menurut saya yang paling penting saat ini bukan lagi melihat konflik atau polemik di belakang, tetapi bagaimana memastikan satwa-satwa di sana mendapatkan pengelolaan yang lebih baik ke depan,” ujar Danny Gunalen.

Ia mengungkapkan, sorotan terhadap kondisi satwa di Bandung Zoo bahkan telah menjadi perhatian internasional setelah sejumlah isu mengenai kesejahteraan satwa mencuat beberapa waktu terakhir.

Berangkat dari kepedulian terhadap animal welfare dan konservasi, Faunaland mulai ikut memantau perkembangan kondisi di Bandung Zoo. Danny menjelaskan, mitra konservasi mereka, Vantara, turut meminta tim dokter hewan melakukan survei terhadap kondisi satwa di lokasi tersebut.

“Kami mulai prihatin ketika mendengar berbagai isu mengenai kondisi satwa di Bandung Zoo. Mitra kami, Vantara, kemudian meminta tim dokter hewan Vantara untuk melakukan survei kondisi satwa di sana,” katanya.

Selain bekerja sama dengan Vantara, Faunaland juga menggandeng Bin Zayed Conservation Foundation dari Uni Emirat Arab dalam memperkuat program perlindungan dan konservasi satwa.

Danny menilai, kolaborasi lintas negara menjadi langkah penting untuk meningkatkan knowledge-sharing, pengembangan konservasi, hingga dukungan kesehatan satwa di Indonesia agar selaras dengan standar internasional.

“Kami percaya pengelolaan konservasi modern harus terus berkembang mengikuti standar global dan didukung kolaborasi dengan berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap konservasi satwa,” ujarnya.

Leave a Comment